Gambar

Gambar

Iklan

JEMBATAN 140 MILIAR SUDAH BERDIRI, TAPI HUTANG KE RAKYAT KECIL MASIH MIRING

Redaksi one
Minggu, 10 Mei 2026
Last Updated 2026-05-11T03:37:08Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini

 

Pembangunan Jembatan Cisolok-Cibareno Rampung, PT Galih Medan Persada KSO Padi Raya Cemerlang Diduga Sisakan Utang Rp476 Juta ke Mantan Karyawan. 



REAL NEWS ONE - Sukabumi - Beton jembatan sudah kering. Aspal sudah mulus. Mobil sudah lewat.  


Tapi keringat karyawan yang nalangin proyek? Masih basah. Belum dibayar. 


Proyek 9 Jembatan Cisolok-Cibareno-Ciujung senilai Rp140 Miliar yang digarap PT Galih Medan Persada KSO PT Padi Raya Cemerlang rampung Oktober 2025. Uang dari Kementerian PUPR disebut sudah lunas.  


Tapi di balik megahnya jembatan, ada jeritan dari bawah:  

Rp476.281.672 uang pribadi karyawan yang dipakai buat nalangin proyek, hingga hari ini, 11 Mei 2026, belum kembali.



    Photo:dok.jembatan cibareno

Pengakuan Mantan Karyawan: "Kami Dibantuin Beresin, Giliran Nagih Malah Dianggurin"  

Kepada jurnalis RNO, sumber berinisial KEJ, mantan karyawan PT Galih Medan Persada, buka suara. 


"Dana talangan buat bayar time sheet, lembur operator excavator, sewa water barrier Dishub, sampai beli pasir-batu... itu uang kami. Kami nalangin biar proyek nggak mangkrak. Sekarang proyek kelar, kami malah ditinggal."  


Ironis. Jembatan buat nyambungin rakyat, tapi silaturahmi ke karyawan malah putus.


Konfirmasi ke bagian keuangan yang dulu berkantor di Cisolok via WhatsApp membenarkan adanya tunggakan tersebut.  


Rincian Utang Rp476 Juta: Dari Uang Makan Operator Sampai Sewa Barrier

Ini bukan angka kaleng-kaleng. Ini keringat orang kecil  

 Wil 1 Ciujung: Rp25.526.000*  

Wil 2 Jampang Surade: Rp48.089.500. Defry dan Fatoni: Rp290.796.172  

 PT Astri Sidiq Jaya: Rp36.120.000 Pasir & Batu Gunawan RBL MTR CBRN 421: Rp3.400.000*  

 Pasir Gunawan RBL MTR CBRN 420: Rp6.000.000.

Sewa Water Barrier Dishub Jan-Juli 2024: Rp28.000.000*  

 Sewa Water Barrier Dishub Agt-Okt 2024: Rp12.000.000*  

 UM Operator Excavator Jiyono Mei-Agst 2025: Rp26.350.000*  

TOTAL: Rp476.281.672*  


Uang segitu bagi korporasi 140 M mungkin cuma "receh".  

Tapi bagi operator excavator Jiyono, Rp26 juta itu nafkah 4 bulan anak-istri.  


 pertanyaan "tajam mempesona" untuk pt galih medan persada & pupr:

 Uang proyek Rp140 M dari PUPR sudah lunas. Kenapa uang Rp476 juta ke karyawan belum lunas? Nyangkut di mana?  

Kalau perusahaan sanggup bangun 9 jembatan, masa sanggup nggak bayar keringat orang yang masang bautnya? 


Kementerian PUPR, apakah ada audit "clean and clear" sebelum bayar 100%? Atau yang penting jembatan berdiri, urusan cakar-cakaran internal bodo amat? 


*Ingat UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi Pasal 63: Penyedia jasa wajib memenuhi hak-hak pekerja. Ini bukan sumbangan. Ini hak tuntutan nurani: jangan biarkan jembatan megah berdiri di atas air mata

Sumber berharap PT Galih Medan Persada KSO PT Padi Raya Cemerlang segera selesaikan pembayaran. 

*"Jangan jadikan preseden buruk. Nanti kontraktor jujur yang kena getah. Dikira semua kontraktor tukang ngutang," tegas KEJ.

  

PT Galih Medan Persada: Buka forum, panggil semua yang namanya tercantum. Bayar. Klarifikasi. Minta maaf. 

 Kementerian PUPR: Turun tangan. Fasilitasi. Jangan cuma terima laporan "proyek selesai". Cek, apa manusianya sudah selesai juga haknya?  


 Aparat Penegak Hukum: Kalau unsur pidananya ada, sikat. Biar jadi pelajaran. 


Karena jembatan paling kuat pun akan runtuh wibawanya...  

Kalau dibangun di atas kebohongan dan air mata kuli.  


Lebih malu mana? 

*Ditanya wartawan: "Kenapa belum bayar Rp476 juta?" 

Atau ditanya Tuhan: "Kenapa kamu injak orang yang udah nolongin kamu?"


Kami tunggu itikad baik dalam 7x24 jam. Kalau tidak, Pena Putri akan terbang lebih tinggi. Sampai Istana dengar.

Redaksi RNO

Menks

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl