Laporan Jelang Perhelatan Akbar yang Direstui Langit dan Bumi Tatar Pasundan
Oleh: kang oby kresna
Kalender budaya Majalengka mencatat Selasa, 13 Mei 2026 bukan hari biasa.
Di Talaga, Dangiang Rundayan akan menggelar Milangkala. Bukan sekadar pesta. Tapi pernyataan sikap bahwa urusan kebudayaan di Majalengka, selalu jadi urusan semua orang.
Dan yang membuat acara ini istimewa Ini bukan kerja satu orang. Ini kerja satu kabupaten.
Mereka bekerja dalam sunyi, tapi hasilnya akan menggema.Panitia Milangkala DRT di bawah komando para sesepuh Talaga layak mendapat hormat tertinggi.
Di saat yang lain sibuk wacana, mereka sibuk kerja nyata. Di saat yang lain menunggu anggaran, mereka bergerak dengan keikhlasan.
Hasilnya? Sebuah panggung budaya yang akan dihadiri Gubernur Jabar, Bupati Majalengka, hingga Abah Anton Charliyan. Ini bukti loh ketika niatnya lurus untuk budaya, semesta pun mendukung.
Sejak awal, Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, selalu stay di barisan terdepan. Bukan sekadar memberi sambutan, tapi memberi semangat. Bukan sekadar hadir, tapi memastikan semua berjalan.
Ini teladan seorang kepala daerah Bahwa membangun kabupaten bukan cuma soal jalan cor, tapi juga soal jalan budaya agar tak hilang.
Atas restu dan dukungan penuh Bapak Bupati, Milangkala DRT 13 Mei ini naik kelas dari acara komunitas, menjadi gawe daerah.
Doa dan restu juga mengalir dari Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka. Dukungan administratif yang tak kalah penting, memastikan seluruh roda kepanitiaan berputar tanpa tersendat.
Tak lupa, apresiasi setinggi-tingginya untuk Kapolres kapolsek talaga camat talaga juga dan Ramil talaga jajaran. Keamanan dan ketertiban adalah nafas dari sebuah perhelatan. Dan Kapolres sudah memberi garansi Majalengka kondusif. Budaya harus hidup."
Sinergi Bupati, Sekda, dan Kapolres ini adalah trisula. Jika sudah bergerak, maka halangan sebesar apapun akan runtuh.
Dukungan untuk Kang Dedi Mulyadi alias KDM dan seluruh instansi pemerintah mengalir tanpa henti. Dari Dinas Pariwisata, Disdikbud, Satpol PP, hingga pemerintah kecamatan dan desa. Semua hadir, semua support.
Inilah yang membuat Majalengka istimewa Kalau urusan kebudayaan, ego sektoral ditanggalkan. Yang dipakai baju kebersamaan.
Seluruh masyarakat Talaga dan Majalengka menanti kehadiran tokoh Jabar, Abah Anton Charliyan.
Kami memanjatkan doa Semoga tidak ada halangan. Semoga kesehatan Abah prima. Semoga Abah bisa hadir tepat waktu untuk menjadi saksi, sekaligus menjadi suluh dalam Milangkala Dangiang Rundayan ini. Kehadiran Abah bukan sekadar undangan. Tapi amanah budaya.
Inilah yang paling membanggakan. Dari petani di Jatisura, buruh di Garmen Delta, mahasiswa di UNMA, hingga emak-emak di grup PKK, semua elemen masyarakat Majalengka selalu positif kalau urusan kebudayaan.
Tidak ada nyinyir. Tidak ada iri. Yang ada gotong royong. Inilah modal sosial terbesar Majalengka Cinta pada akar, bangga pada budaya.
Maka 13 Mei nanti, Talaga bukan hanya jadi tuan rumah. Talaga akan jadi panggung, di mana Majalengka menunjukkan pada Jabar: Inilah cara kami memuliakan leluhur. Dengan kerja bersama, dengan doa bersama, dengan restu dari semua.
Selamat bermilangkala, Dangiang Rundayan.
Semoga acaranya lancar, barokah, dan menjadi wasilah Majalengka Langkung SAE..
Penulis : kang oby kresna


