Gambar

Gambar

Iklan

UNIVERSITAS SINDANG KASIH MAJALENGKA: SIMBIOSIS AKADEMIK DAN KEARIFAN LOKAL MENUJU SDM UNGGUL INDONESIA EMAS 2045

Redaksi one
Minggu, 03 Mei 2026
Last Updated 2026-05-04T06:50:07Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini

Sebuah Telaah Institusional_  

Oleh: kang oby kresna  

Edisi : Akademik  



  


Real news one - Majalengka - Di tengah disrupsi peradaban digital dan krisis identitas kebangsaan, hadirnya Universitas Sindang Kasih (USK) Majalengka merupakan sebuah jawaban dialektis atas kebutuhan perguruan tinggi yang mampu memadukan rigor akademik dengan kearifan lokal. USK bukan sekadar institusi pendidikan tinggi baru, melainkan sintesis historis dari dua entitas akademik mapan di Majalengka STKIP Yasika yang berkhidmat yang berfokus pada pendidikan vokasi kesehatan.  


Secara resmi berdiri pada 2024 di bawah naungan Yayasan Sindang Kasih yang diketuai Hj. Lelin Parlina Dewi,M.Pd., USK mengusung paradigma “Suitable Choice if Joining Us” sebuah pilihan rasional bagi para pencari ilmu yang mendambakan integrasi antara kecerdasan intelektual, keterampilan teknokratik, keluhuran akhlak, dan keadaban.  


1. Arsitektur Keilmuan Dan Kepemimpinan   

Usk Majalengka Dinakhodai oleh para cendekiawan dengan rekam jejak mumpuni. Rektor Prof. Dr. H. Cecep Sumarna,M.Ag merepresentasikan sintesis antara kedalaman tradisi keislaman dan visi akademik modern. Struktur fakultasnya dirancang strategis untuk menjawab tantangan bonus demografi Indonesia Emas 2045  


a. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP),dipimpin Dr. Arip Amin, M.Pd.  

Mengelola Program Studi S1 Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Bahasa Inggris. Orientasi FKIP USK melampaui transfer pengetahuan; ia berkomitmen melahirkan guru sebagai “architect of character” bangsa.  


b. Fakultas Kesehatan (F-KES), di bawah kepemimpinan *Dekan Jahid Abdilah,M.Kep.

Menaungi Prodi S1 Gizi dan D3 Keperawatan. Eksistensinya diperkuat oleh jejaring kemitraan strategis dengan RSUD Arjawinangun, RSUD Indramayu, RSUD Waled, RSD Gunung Jati, Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, hingga Pertamedika IHC. Lebih jauh, AKPER telah menjalin kerja sama internasional dengan institusi di Jepang, Jerman, dan Australia, membuka peluang bagi lulusan untuk berkarya di kancah global.  


c. Fakultas Teknik (F-TEK), dipimpin Ade Johar, M.T.  

Membuka Prodi S1 Teknik Informatika dan S1 Teknik Industri. Kolaborasi dengan Google, BRI, BNI, dan BSI menandakan keseriusan USK dalam menyiapkan techno-preneurn yang relevan dengan ekosistem Industri 4.0.  


2. Legasi 5.000 Alumnin: Bukti Empirik, Bukan Klaim Retorik  

Sebagai fusi dari dua perguruan tinggi yang telah eksis selama puluhan tahun, USK mewarisi legasi lebih dari 5.000 alumnin yang kini mengabdi di berbagai sektor strategis, mulai dari ruang kelas di pelosok perdesaan hingga rumah sakit rujukan nasional.  


3. Diferensiasi : Kampus Negarawan Berbasis Budaya


Diferensiasi fundamental USK terletak pada positioning-nya sebagai “kawah candradimuka” negarawan. Proses ini dikawal oleh dua figur kunci:  


Pertama, H. Didi Rusmidi, M.Si selaku Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Beliau menjadi gerbang selektif dalam menjaring bibit unggul yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki komitmen kebangsaan dan integritas.  


Kedua, Maman Suparman, S.Pd., M.M.Pd., Budayawan Jawa Barat sekaligus Sesepuh USK. Beliau mendampingi perjalanan institusi ini sejak era STKIP Yasika hingga bertransformasi menjadi USK. Kehadirannya menjadi penjamin bahwa proses akademik di USK tidak tercerabut dari akar kearifan Sunda. Di USK, mahasiswa Teknik Informatika didorong menguasai coding sekaligus memahami filosofi pupuh mahasiswa Gizi dilatih menganalisis nutrisi sekaligus memaknai nilai “leupeut” sebagai simbol kebersamaan.  


Ketua Yayasan, Hj. Lelin Parlina Dewi,M.Pd. menegaskan, “USK senantiasa berikhtiar menjadi perguruan tinggi unggulan yang mencetak insan cerdas, kreatif, mandiri, jujur, dan berakhlakul karimah. Karena Indonesia Emas 2045 membutuhkan sarjana yang berotak Jerman, berhati Mekah.” 


4. Epistemologi Penerimaan Mahasiswa Baru  


H. Didi Rusmidi,M.Si menjelaskan, “Kami tidak sekadar mencari pendaftar. Kami mencari mitra intelektual. USK adalah ruang dialog antara tradisi dan modernitas. Maka, kami membuka pintu bagi para calon mahasiswa yang siap ditempa menjadi pemimpin dengan nalar kritis dan nurani bersih.”  


Bagi sivitas akademika, pemerhati pendidikan, dan calon intelektual muda, Universitas Sindang Kasih Majalengka adalah opsi akademik yang patut dipertimbangkan secara serius. Ia menawarkan ekosistem yang sehat antara _rigor_ akademik, jejaring industri, pembinaan karakter, dan pelestarian budaya.  


Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 telah dibuka.  

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Sekretariat PMB USK Majalengka.  


Sebab membangun bangsa tidak cukup dengan beton dan baja. Ia membutuhkan manusia unggul yang tercerahkan, berakar pada budaya, dan menjulang pada peradaban.


Redaksi RNO  

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl