Pena Tajam, Tapi Bertinta Emas : Budaya Maju Butuh Penjaga, Bukan Penonton
Oleh : kang oby kresna
REAL NEWS ONE - Majalengka,Sebuah panggung budaya tak akan berdiri megah tanpa tiang-tiang penyangga. Dangiang Rundayan Talaga beruntung, ditopang oleh nama-nama besar yang hatinya masih merah untuk Talaga.
Maka, di depan pentas nanti 12 mei 2026 ini, izinkan kami memberi hormat setinggi-tingginya :
Tiga Soko Guru Drt Talaga
Hj. Tita Juwita Hipdiah,S.IP
Anggota DPRD Majalengka Fraksi PDI-P. Beliau bukan sekadar politisi. Di tangan beliau, aspirasi bukan cuma angka di APBD. Tapi nyawa buat sanggar-sanggar kecil. Kami titip Teruslah jadi _jembatan emas antara gedung dewan dan panggung rakyat. Karena sejarah mencatat, politisi hebat adalah yang kakinya tetap napak di tanah, bukan hanya di karpet merah.
H. Gungun Gunawan, SE
Tokoh Pengusaha muda BS Guvili Motor & Wakil Ketua KADIN Majalengka. Ketika banyak pengusaha sibuk hitung untung-rugi, beliau sibuk hitung untungnya budaya buat anak cucu.
Dukungan beliau bukti bahwa bisnis yang barokah adalah yang mau berinvestasi pada peradaban bukan cuma pada showroom Kami titip Teruslah jadi mesin penggerak agar roda ekonomi & roda budaya muter bareng di Majalengka.
H. Abah Tatang Sutarman
Superior Tokoh Pengusaha & Tokoh Masyarakat Talaga. Beliau adalah dangiang yang sesungguhnya. Rundaya itu saling terkait, dan Abah jadi simpulnya. Restu & wejangan Abah adalah pusak bagi DRT. Kami titip Suara Abah adalah komando moral. Tolong terus ngadirigkeun kami agar panggung DRT tak belok jadi panggung ego.
Para Dewan Pembina, Benteng Moral Drt :
Hj. Dora Darojatin, S.S.T.,M.Kes Anggota DPRD Majalengka Fraksi PKS.
Jujun Junaedi, SE - Anggota DPRD Majalengka Fraksi Gerindra.
Ketika parlemen kadang gaduh, dua nama ini justru sauyunan menjaga budaya. Beda fraksi, satu visi Majalengka Langkung SAE Ini teladan. Kami titip Jaga terus marwah dewan sebagai pengawas bukan sekadar penonton pentas.
Kang Anang Taryono Tokoh Muda Penggerak Ormas. Energi muda itu api. Terima kasih sudah jadi sumbu yang menjaga api budaya Talaga tetap nyala. Kami titip Arahkan api itu untuk menerangi, bukan untuk membakar silaturahmi.
Kyai Haji M. Asep Syarifudin, ZA Ketua DAI Kamtibmas Resor Majalengka.
Budaya tanpa agama hampa. Agama tanpa budaya kaku. Kehadiran Kyai di DRT adalah penyeimbang. Kami titip Terus jadi garam agar pentas 12 mei 2026 nanti guyub aman, dan maslahat untuk umat.
Dukungan para tokoh ini adalah utang kehormatan_ bagi DRT. Utang itu lunas bukan dengan piagam, tapi dengan karya.
Utang itu lunas bukan dengan sambutan, tapi dengan sauyunan. Maka pentas 12 mei 2026 ini adalah cicilan pertama kami.
Tolong tagih kami jika panggung DRT nanti isinya cuma rebutan mic bukan rebutan berkarya.
Tolong tegur kami jika DRT nanti lebih sibuk sowan ke kuasa, daripada sowan ke akar budaya.
Karena Langkung SAE itu bukan jargon. Tapi kerja nyata.
Dan kerja nyata itu butuh penjaga bukan penumpang nama.
Tabik. Hormat penulis dari panggung rakyat, untuk para penjaga marwah Talaga.
Dangiang Rundayan Talaga.
Redaksi Seni mikir.
Oleh : kang oby kresna


