REAL NEWS ONE - Majalengka-Gerak cepat dan tanggap ditunjukkan Polsek Panyingkiran saat dinding dan atap ruang kelas 4 SDN 1 Cijurey ambruk, Senin 25 Mei 2026 pukul 06.00 WIB. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
Beruntung ruang kelas tersebut sudah lama tidak digunakan karena kondisi rusak berat. Ambruknya bangunan diketahui saat anggota jaga piket Polsek Panyingkiran melakukan pengecekan rutin di wilayah Desa Cijurey.
Apresiasi untuk gerak cepat di lapangan
Tim Polsek Panyingkiran langsung turun ke TKP begitu mendapat laporan. Hadir di lokasi Kanit Patroli Aiptu Yuli Purnomo, S.H., Kanit Intel Aiptu Medy, bersama Aipda Dion Zulkifhar dan Bripka Harya. Mereka segera mengamankan area, mengumpulkan data, dan memberikan imbauan kepada pihak sekolah agar siswa tidak mendekati bangunan rapuh lainnya.
Menurut Polsek Panyingkiran, penyebab ambruknya bangunan adalah struktur yang sudah rapuh dan tidak kuat menahan beban. Hal ini dibenarkan dua saksi guru, Nia Kurniawati Pratiwi dan Toto Suharto, yang menyebut kelas 4 memang sudah lama dikosongkan.
Kapolsek Kami akan terus kawal agar tidak ada korban
Kapolsek Panyingkiran AKP Asep Rohendi, S.H., M.H., CPHR, menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memetakan bangunan rawan dan mencegah risiko susulan.
“Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua. Berapa banyak sekolah lain di Majalengka yang masih menunggu ambruk sebelum mendapat perhatian,"ujarnya.
Langkah sigap Polsek Panyingkiran hari ini layak diapresiasi. Di tengah keterbatasan, kehadiran polisi yang langsung turun ke lapangan memberi rasa aman dan kepastian bahwa masyarakat tidak dibiarkan menghadapi masalah sendirian.
Redaksi.


