Gambar

Gambar

Iklan

Adit Ripandi, 17 Tahun: Dari Kardus Bekas Jadi Dalang Emas Jatiwangi

Redaksi one
Minggu, 10 Mei 2026
Last Updated 2026-05-10T17:17:54Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini

 


REAL NEWS ONE - Kalau Anak Muda Lain Sibuk Main Hp, Adit Ripandi Sibuk Main Wayang. 

Kalau Yang Lain Ngeluh "Nggak Ada Modal", Adit Buktiin: Kardus Pun Bisa Jadi Panggung.


Ini kisah "Langen Brahma Tunggal" yang lahir dari iseng, tapi ujungnya jadi isyarat: Budaya nggak akan mati kalau ada anak muda yang nekad mencinta.


 Lahir Dari Iseng, Besar Karena Nekad

Tahun 2020. Adit baru kelas 1 SMP. Ditodong suruh kondangan ke hajatan saudara. Niatnya cuma cuci mata. Eh, malah cuci hati. 

Di situ pertama kali dia ketemu wayang kulit. Bukan di museum. Bukan di YouTube. Tapi LIVE. 

Pulang hajatan, Adit kesetanan.  

Nggak punya uang? Bikin wayang dari Kardus Bekas.

Nggak punya gamelan? HP jadi gong.

Nggak punya panggung? Teras rumah jadi Gedung Kesenian.

Penontonnya? Teman-teman nongkrong.


Dari iseng-iseng, lahirlah "Langen Brahma Putra". Tapi nama itu dirasa kurang gigit.  

Maka lahirlah nama sakral: LANGEN BRAHMA TUNGGAL.  

Langen = Senang. Brahma = Api Pencipta. Tunggal = Satu-satunya.  

Artinya: Dari kesenangan, lahir api kreasi yang satu-satunya di Jatiwangi. 


Nggak Punya Gamelan? Pinjam Restu Sesepuh  

Adit pentas pertama cuma modal audio HP. Diketawain? Pasti.  

Tapi Adit pegang prinsip Elang : "Terbang dulu, sayap tumbuh belakangan." 


Dia denger ada gamelan nganggur milik sesepuh mantan seniman sandiwara Sunda.  

Gamelan itu nggak utuh. Tapi bagi Adit, itu harta karun.  

Dengan santun dia minta izin. Alhamdulillah, restu turun.  

Dari gamelan sepuh itu, suara "Langen Brahma Tunggal" mulai menggema. Tapi Elang nggak mau selamanya nebeng sarang. 


Tahun berganti, keringat terkumpul. Adit beli GAMELAN PRIBADI. Gamelan sesepuh dikembalikan. Adab dijaga. Marwah naik.


 Profil Singkat Sang Dalang Kardus

Nama: Adit Ripandi  

Lahir: Majalengka, 09 Desember 2006 

Alamat: Dusun Pon, Desa Surawangi, Jatiwangi, Majalengka  

Agama: Islam  

Keseharian: Pagi-Sore jadi mekanik di Bengkel Anggrek Motor Jatisura. Malam jadi Dalang menjaga warisan leluhur. 


Ya, kamu nggak salah baca. Tangannya siang pegang kunci inggris, malam pegang cempala.  

Oli motor & oli budaya sama-sama dia rawat.  


 Pesan Adit Buat Generasi Muda: Jangan Nunggu Sempurna  "Saya mulai dari kardus, bukan dari mahar.Saya mulai dari HP, bukan dari sound system.  


Saya mulai dari ditertawain, bukan dari tepuk tangan.  


Kalau nunggu alat lengkap, nunggu panggung megah, nunggu disupport... sampai kiamat budaya kita nggak akan jalan.  


Anak muda itu tugasnya bukan nanya 'mana modalnya? Tapi jawab: 'Ini tangan saya, ini modalnya'. 


Karena di usia 17 tahun, saat yang lain sibuk flexing, Adit sibuk FLESTING BUDAYA.

  

Karena di saat banyak sanggar wayang gulung tikar, Adit malah BIKIN SANGGAR DARI NOL. 


Karena dia buktiin: CINTA BUDAYA itu nggak harus lahir dari keluarga dalang. Bisa lahir dari anak bengkel yang hatinya kebakar pas lihat wayang. 


Adit Ripandi bukan cuma dalang. Dia alarm buat kita semua. Kalau anak 13 tahun modal kardus aja bisa jaga wayang...  


Kita yang tua, yang punya jabatan, yang punya uang, alasannya apa? 


Hormat kami untuk Dalang Muda dari Jatiwangi.  

Terus berkarya, Lang. Majalengka bangga punya kamu.  

Redaksi RNO

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl