Gambar

Gambar

Iklan

Genting Bandung: Dua Perumda Diubrak-abrik Massa. Ketua Dprd Ditodong Janji, Direksi Ditunggu Nyalinya !

Redaksi one
Senin, 11 Mei 2026
Last Updated 2026-05-12T05:51:58Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini

 



REAL NEWS ONE - Bandung – Gedung DPRD Kota Bandung panas Senin malam, 11 Mei 2026. Bukan karena AC mati. Tapi karena amarah rakyat yang sudah di ubun-ubun.


Dua "mesin uang" Pemkot Bandung, Perumda Tirtawening & Perumda Pasar Juara, resmi masuk ICU Opini Publik. Dokternya? Ribuan pedagang pasar dan ormas yang ngamuk damai di Jalan Sukabumi No. 30. 


Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, S.H., tak bisa kabur. Ia harus terima "surat dakwaan rakyat" langsung di ruang kerjanya. Malam. Jam 18.30 WIB. Keringat dingin. 


Tirtawening: Air Mengalir, Seleksi Mampet Intervensi  

Koordinator Aksi, Haidir Ismail, meledak pertama:*  

"Seleksi Dirut PDAM Tirtawening itu CACAT SEJAK LAHIR! Panselnya nggak steril. Bau intervensi politik menyengat sampai ke kran warga.  


Tuntutannya: Batalkan. Ulangi. Sterilkan.

Karena air itu hajat hidup orang banyak. Kalau pimpinannya hasil pesanan, yang keluar dari kran bukan air bersih. Tapi air mata rakyat.  


Pasar Juara: Juara Kosong, Pedagang Korban

Lebih gila lagi Perumda Pasar Juara.  

Haidir ngamuk: "Direksi kosong! Pengawas kosong! Satu orang rangkap jadi Dirut Umum dan Dirut Keuangan. Ini Perumda apa warung kelontong. 


Akibatnya ? Pasar Baru, Anyar, Cicadas, Ujung Berung, Ciroyom, Andir... semua menjerit. Retribusi nggak jelas. Revitalisasi mangkrak. Premanisme tumbuh. 

Pertanyaan rakyat simpel: "Pasar Juara, juaranya di mana? Jangan-jangan juara korupsi berjamaah.


Ketua Dprd : Disandera Janji 7 Hari Di depan massa, H. Asep Mulyadi nggak bisa ngeles. Ia dipaksa ngomong:  

"Saya terima surat ini. Akan saya sampaikan ke Wali Kota. Kita duduk bersama. Kasih saya waktu Seminggu,ungkapan nya."

  

Hari ini 12 Mei. Artinya 18 Mei, rakyat nunggu realisasi. 

Kalau lewat? Gedung DPRD siap-siap didatangi lagi. Tapi bukan buat dialog. Buat nagih janji.  


Didampingi Dr. Agung Nasdem dan Siti Marpuh PKS, penyerahan dokumen tuntutan itu terasa seperti penyerahan "surat peringatan terakhir". 

 

Ini bukan demo bayaran. Ini gabungan Sundawani, LSM Maung Kaboa, dan Pedagang Pasar Bersatu. Isinya orang yang tiap hari bayar retribusi tapi nggak dapet pelayanan. 


Pesan mereka jelas. Buat Wali Kota Bersihkan Pansel Tirtawening. Jangan jadikan PDAM sapi perah politik. 


 Buat Direksi Pasar Juara Kalau nggak sanggup ngurus, Mundur. Jangan kosongkan jabatan tapi isi kantong. 


Buat DPRD: Jangan cuma jadi tukang terima surat. Jadi tukang gebrak meja.  


Karena kalau dua Perumda ini ambruk...  

Yang kehausan: Rakyat Bandung.  

Yang kelaparan: Pedagang pasar. 

Yang kenyang: Oknum. 


11 Mei 2026 malam, bola panas sudah di kaki Ketua DPRD dan Wali Kota Bandung. 

Rakyat sudah ngomong. Sudah nulis. Sudah ngasih deadline.  


Pertanyaannya tinggal satu  


Minggu depan, yang datang ke DPRD itu solusi... atau massa yang lebih banyak? Bandung sedang tidak baik-baik saja. Dan rakyat sudah mual jadi penonton.    

Menks RNO


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl