Gambar

Gambar

Iklan

MENGGETARKAN LERENG GUNUNG LAYA: KDM "TURUN GUNUNG" RESTUI MILANGKALA DANGIANG RUNDAYAN TAGALA. KADES ARGASARI: "INI BUKAN SEKADAR ACARA. INI NAFAS LELUHUR"

Redaksi one
Senin, 11 Mei 2026
Last Updated 2026-05-12T04:22:12Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini

 


REAL NEWS ONE -  Argasari, Talaga - Langit Argasari belum sore, tapi sudah gemuruh.Bukan karena halilintar. Tapi karena kabar dari seorang Pemimpin Sunda : Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, KDM, telah menitipkan restu dan sambutan untuk Milangkala Dangiang Rundayan Tagala (DRT) yang akan digelar besok, Selasa 13 Mei 2026, di pelataran suci Gunung Laya, Desa Argasari, Kecamatan Talaga.


Dalam wawancara eksklusif dengan Kades Argasari, gema kebudayaan itu pecah menjadi haru. 


 Suara Dari Gedung Sate Menembus Lereng Gunung  KDM, sang Gubernur Budayawan, menyampaikan langsung apresiasinya: 


"Dangiang Rundayan Tagala adalah napas. Napas sejarah Talaga. Napas identitas Majalengka. Jangan pernah biarkan napas itu putus. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berdiri di belakang penjaga tradisi. Saya titip salam untuk seluruh warga Argasari majalengka. Jaga gunungnya. Jaga budayanya. Jaga marwah leluwurnya." 


Kalimat itu bukan basa-basi. Itu sabda. Dan sabda seorang KDM selalu jadi peneduh sekaligus pembakar semangat.


Kades Argasari : Air Mata Haru Untuk Restu Kdm  

Mendengar itu, Kades Argasari tak kuasa menyembunyikan getar di suaranya sambil gemetar pegang hp nya juga. 

"Allahu Akbar... Merinding. Kami di desa kecil ini merasa dipeluk langsung oleh Bapak Gubernur. Restu KDM ini bukan untuk saya. Ini untuk arwah leluhur Tagala. Untuk setiap tetes keringat sesepuh yang merawat Dangiang Rundayan."kata kades.  


Dengan mata berkaca, Kades melanjutkan: 

"Kang Dedi Mulyadi itu KDM. Kang Dedi itu Dangiang di era sekarang. Beliau yang mengajarkan kami bahwa membangun Jawa Barat harus dimulai dari membangun jiwa Sundanya. Maka besok, 13 Mei, Gunung Laya bukan hanya milik Argasari. Gunung Laya milik seluruh orang Sunda yang masih punya hati."  


Undangan Langit Dari Lerengunung Laya  

Kades Argasari menitipkan undangan terbuka. Bahasanya bukan bahasa undangan. Tapi bahasa panggilan jiwa:  

Hei baraya Sunda. Hei anak-anak Talaga di mana pun berada.  


Besok, Selasa 13 Mei 2026, sebelum matahari tepat di atas kepala, datanglah.  

Bukan ke acara. Tapi ke rumah leluhur. Ke Gunung Laya. 


Di sana kita tidak akan rapat. Kita akan ngaras. Kita tidak akan pidato. Kita akan berdoa bersama angin, bersama kabut, bersama jejak Dangiang Rundayan.  


Bawa umbul-umbul. Bawa tumpeng. Bawa anak-cucu kalian.mungkin begitu dalam sanubari sang kades.  


Biar mereka tau: Kita bukan bangsa yang lahir kemarin sore. Kita bangsa yang punya gunung, punya kabuyutan, punya sejarah.  


KDM sudah merestui dari Gedung Sate.  

Sekarang giliran kita membuktikan dari lereng Gunung Laya:  

Bahwa Sunda tidak akan hilang di bumi."  

 

Milangkala DRT besok bukan sekadar potong tumpeng. 

Ini ikrar. Ikrar bahwa Argasari, Talaga, Majalengka, tetap Sunda.  

Tetap punya tata. Tetap punya nilai. Tetap punya dangiang.  


Dan ketika seorang Gubernur sekelas KDM ikut menaruh hati di sini...  


Itu tandanya Tradisi ini bukan masa lalu. Ini masa depan. 


Sampai jumpa di pangkuan Gunung Laya.  

Bawa jiwa. Bukan hanya raga.


Rahayu

Dari dari Argasari DANGIANG RUNDAYAN TAGALA, untuk Jawa Barat Istimewa. **

Oleh kang oby kresna. 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl