Gambar

Gambar

Iklan

B2SA LAHIR DI PADAHANTEN: KETIKA 245 PIRING KECIL MENAMPAR RENCANA BESAR KETAHANAN PANGAN MAJALENGKA

Redaksi one
Jumat, 08 Mei 2026
Last Updated 2026-05-08T09:53:05Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini

  


Padahanten,Real News One Jumat 9/5/2026 kemarin, ada yang beda di SDN 1 Padahanten.  Bukan upacara. Bukan pidato. Tapi 245 piring kecil mengepul. Lahap. Habis.  


Bupati Eman Suherman datang. Wakil Bupati datang. DKP3, Disdik, BKPSDM, PKK, Camat, semua datang. Meluncurkan B2SA Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman.  


Real news one angkat topi. Ini langkah ksatria. Di saat 245 anak Padahanten belum kebagian Makan Bergizi Gratis, Pemkab Majalengka tidak diam. B2SA hadir jadi jawaban.  


Bupati Eman benar:“Pola makan benar bentuk fisik kuat, otak cerdas. Anak Majalengka harus bebas stunting.”  


Kadis DKP3 Gatot Sulaeman juga benar “Makan sehat tak harus mahal. Pangan lokal jawabannya.” 


Kepsek Hj. Lita Zakiah paling benar:“Tantangan terbesar adalah kebiasaan jajan anak.”  


Semua benar. Semua tulus. Semua bekerja.  B2sa Ini Makan Bersama Sehari, Atau Makan Bersama Setiap Hari ?  Press Release Diskominfo menulis: “kegiatan ditutup dengan makan bersama”.  

Artinya satu Hari ini ada. Besok ???  

245 anak itu lapar setiap hari, Pak. Bukan hanya saat Bupati datang.  Kalau B2SA hanya seremonial peluncuran, maka 245 piring tadi adalah tamparan paling halus.

  

Tamparan untuk kita semua yang gajinya dibayar rakyat, tapi membiarkan piring anak kosong 6 hari seminggu. Menu B2SA versi Diskominfo: “telur, tahu tempe, sayuran, buah, susu, dan kue wafer”. Wafer, Pak. Produk pabrik. Gula tinggi. 


Padahal Majalengka punya mangga gedong gincu. Punya katel. Punya pepes jamur. Punya kecap.  


Kenapa yang masuk piring edukasi justru wafern?  Apakah kita sedang mengedukasi gizi seimbang, atau sedang mengedukasi ketergantungan pada produk pabrik ? 

245 Anak Padahanten Adalah Bukti. Bukti Bahwa MBG Belum Rata.  

Diskominfo jujur menulis: “menyasar 245 anak sekolah yang belum menerima makan bergizi gratis”.Terima kasih jujurnya. 


Artinya, di balik 20 dapur MBG Jatiwangi yang sudah ngebul, masih ada anak Majalengka yang piringnya kosong.  


B2SA hadir menambal. Bagus. Mulia.Tapi PR kita belum selesai. Jangan sampai B2SA jadi alasan memperlambat MBG. Jangan sampai jadi “yang penting sudah ada”.  


 Bapak turun langsung. Bapak ngomong stunting. Bapak nggak mau anak Padahanten kalah sebelum bertanding. Ini teladan.

  

Kadis Dkp3 Gatot Sulaeman. Bapak benar. Pangan lokal adalah kedaulatan. Tinggal buktikan singkirkan wafer, hadirkan mangga gincu.  


Ibu Kepsk Hj. Lita Zakiah Ibu jujur soal jajan anak. Kejujuran Ibu adalah alarm untuk kita semua.  


Rakyat tidak butuh foto Bapak/Ibu makan bersama anak.Rakyat butuh kepastian Senin sampai Sabtu, piring anak itu tetap isi. Bukan hanya Jumat saat ada acara. 


Rakyat tidak butuh ceramah “makanan sehat tak harus mahal”. Rakyat butuh kebijakan APBD dibelokkan untuk beli pepes jamur dari emak-emak Padahanten, bukan beli wafer dari minimarket.  


Rakyat tidak butuh B2SA jadi proyek Rakyat butuh B2SA jadi gerakan. Masuk APBDes. Masuk kurikulum. Masuk warung depan sekolah. 


245 PIRING KEMARIN adalah awal,Real news one salut B2SA lahir. Tapi akan terus tagih Kapan B2SA dewasa? 


Dewasa itu artinya Ada setiap hari. Pakai pangan lokal 100%. Dibiayai APBD, bukan sumbangan.  


Karena Indonesia Emas 2045 tidak dibangun dengan satu kali makan bersama.Indonesia Emas dibangun dengan 1.080 kali makan bergizi selama 3 tahun SD. 


Bupati sudah turun. Anak sudah senyum. Sekarang giliran sistem yang kerja. Kalau 245 piring Padahanten bisa isi tiap hari, maka 245.000 piring se-Majalengka bukan mimpi. Kami tunggu, Pak. Jangan biarkan 245 senyum kemarin jadi senyum terakhir.  

Redaksi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl