Majalengka, THE REAL NEWS ONE— Dalam suasana hangat dan penuh keberkahan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Ketua Komisi III, H. Iing Misbahuddin, S.M., menyampaikan pesan yang sarat makna, mengajak masyarakat untuk menjadikan momen suci ini sebagai ruang memperbaiki hubungan antarsesama.
Dengan penuh rasa syukur, ia mengawali ungkapannya, “Alhamdulillah, kita masih diberi kesehatan dan kekuatan langkah untuk menyambung silaturahmi di hari ketiga Idul Fitri 1447 H,” melalui pesannya dalam setatus WhatsApp, Senin, (23/3/2026).
Kalimat sederhana itu mengandung kedalaman spiritual, bahwa setiap langkah menuju silaturahmi adalah bagian dari ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT.
Lebih dari sekadar tradisi, silaturahmi dalam pandangannya adalah jembatan hati yang mampu meruntuhkan sekat-sekat ego dan kesalahpahaman.
“Yang jauh didekatkan, yang dekat makin diakrabkan,” tuturnya, menegaskan bahwa Idul Fitri bukan hanya perayaan, tetapi momentum rekonsiliasi jiwa dan penguatan ukhuwah.
Dalam refleksi yang intelektual sekaligus menyentuh nurani, H. Iing mengingatkan bahwa manusia adalah makhluk yang tak luput dari salah dan khilaf.
Oleh karena itu, saling memaafkan bukanlah kelemahan, melainkan bentuk kematangan iman dan kebesaran hati. Di tengah dunia yang semakin kompleks, nilai-nilai kesederhanaan seperti memaafkan justru menjadi kekuatan yang menenangkan.
Mengakhiri pesannya, politisi PKS ini menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh masyarakat, “Mohon maaf lahir dan batin semuanya.”
Sebuah ungkapan yang tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga doa agar setiap hati kembali bersih, setiap hubungan kembali utuh, dan setiap langkah ke depan dipenuhi keberkahan.
Idul Fitri pun kembali mengajarkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan kemampuan untuk memaafkan, memperbaiki, dan merajut kembali kasih sayang di antara sesama manusia.**RNO


