REAL NEWS ONE - Majalengka -Ini bukan konser artis. Ini antrean rakyat mencari makan.Selasa, 12 Mei 2026, Mal Pelayanan Publik (MPP) Majalengka pecah. Bukan karena peresmian. Tapi karena 400 lebih anak muda Majalengka berdesakan tiap hari demi selembar Kartu Kuning AK-1.
Ini kabar baik sekaligus alarm keras. Baiknya semangat kerja rakyat Majalengka membara. Alarmnya negara bisa telat hadir kalau pelayanannya masih gagap.
Pantauan langsung: Sejak jam 7 pagi, Rizky 22 tahun dari Jatiwangi sudah datang. Siti Nurjanah 20 tahun dari Kadipaten sudah antri. Andri 24 tahun rela bolos ngojek demi nomor antrean.
Kenapa ? Karena syarat melamar kerja hari ini "Wajib ada Kartu Kuning".
Masalahnya diungkap jujur oleh Operator Tahjudiya
"Pemohon bisa 400 lebih. Kuota cetak cuma 200. Operator 4 orang, komputer cuma 2 unit. Selesai jam 16.00 WIB, itu pun ngos-ngosan."
Bayangkan 400 rakyat butuh kerja, dilayani 2 komputer. Ini bukan rasio pelayanan. Ini rasio kesabaran.
MPP itu wajah negara. Etalase Pemda.
Kalau etalasenya bikin rakyat datang subuh pulang sore, terus apa bedanya sama kantor zaman walanda ?
Kita apresiasi petugas MPP yang kerja sampai jam 4 sore.
Tapi maaf, rakyat bayar pajak bukan untuk lihat petugasnya kerepotan.
Rakyat bayar pajak untuk lihat negaranya sigap.
Kenapa komputer cuma 2 kalau pemohon 400 ? APBD bisa beli mobil dinas, masa nggak bisa beli 10 komputer ?
Kenapa operator cuma 4 kalau ini soal perut rakyat ? Rekrut tenaga honorer khusus AK-1 kek. Darurat ini.
Kenapa kuota 200 kalau kebutuhan 400 ? Aturannya yang diubah, atau sistemnya yang di-upgrade ?
Kartu Kuning itu pintu rezeki. Kalau pintunya sempit, rezeki rakyat ikut kejepit.
Pak Bupati, Pak Sekda, Kadisnaker, Kadis Kominfo. Ini usulan dari rakyat melalui media Real News One yang antri
Jangan nunggu APBD Perubahan. Pake dana tak terduga bisa. Ini keadaan darurat ekonomi.
Jangan semua numpuk di MPP. Kirim 1 operator plus 1 laptop ke Jatiwangi, Kadipaten, Talaga. Desentralisasi pelayanan.
Zaman sudah digital. Anak muda ngerti HP. Bikin aplikasi, upload KTP, KK, Ijazah. Cetak QR Code. Selesai di rumah. Ke MPP tinggal legalisir 5 menit.
Pengangguran nggak kenal hari libur. Negara juga jangan.
Kalian luar biasa. Datang subuh demi masa depan.
Kalian sudah membuktikan Rakyat Majalengka tidak malas. Rakyat Majalengka mau kerja.
Sekarang giliran Pemda membuktikan Pemda Majalengka tidak lambat. Pemda Majalengka mau melayani.
Jangan sampai semangat 400 anak muda ini mati gara-gara 2 komputer.
Terima kasih DisKominfo sudah merilis data jujur.
Sekarang kami tunggu rilis berikutnya .Itu baru namanya negara hadir. Bukan cuma pas gunting pita. Tapi pas rakyat butuh kerja.
Dari warga yang percaya pelayanan bisa cepat kalau pejabatnya niat.
RNO spd



