REAL NEWS ONE - Upaya Pemkab Majalengka mempercepat infrastruktur memang bergerak. Jalan Cigasong-Jatiwangi, urat nadi ekonomi dan pemerintahan, akhirnya mulai disentuh perbaikan. Bagus. Karena jalan yang rusak bukan cuma bikin mobil goyang, tapi bikin kepercayaan publik juga goyang.
Keseriusan itu terlihat nyata. Jumat 22 Mei 2026, Bupati Majalengka H. Eman Suherman turun langsung ke lapangan. Bukan di ruang AC, tapi di koridor Tonjong-Jatiwangi, tempat aspal diuji dan janji diukur.
Bersamanya ada Sekda Aeron Randi, Kadis PUTR Agus Permana, perwakilan PU Provinsi Jabar, dan jajaran Kodim 0617 Majalengka. Sidak ini penting. Karena uang Rp12 miliar dari Pemprov Jabar bukan uang mainan. Itu uang rakyat yang harus jadi jalan, bukan jadi lumpur.
Tapi begini , sidak bupati itu ibarat guru masuk kelas tiba-tiba. Semua murid jadi rajin, semua buku jadi terbuka. Pertanyaannya kalau gurunya pulang, apa muridnya tetap jujur ?
Makanya tinjauan lapangan ini jangan berhenti di foto dan senyum. Rakyat butuh jaminan bahwa proyek ini jalan sesuai target, bukan cuma di atas kertas. Kualitas pekerjaan harus sesuai spesifikasi, bukan asal timbun. Ketepatan waktu harus dijaga, bukan molor dengan seribu alasan.
Pemborong, dengar baik-baik.
Ada bupati di lapangan bukan alasan untuk pura-pura sibuk. Ada aparat mendampingi bukan alasan untuk kerja asal-asalan. Karena jalan ini akan dipakai ibu-ibu bawa dagangan, anak sekolah pulang sore, ambulans bawa pasien. Kalau kerjanya asal, yang celaka bukan cuma aspal. Yang celaka adalah nyawa dan ekonomi rakyat.
Pemerintah sudah bergerak. Anggaran sudah turun. Sekarang giliran integritas yang diuji.
Jangan sampai yang diperbaiki cuma jalannya, sementara mental kerja tetap berlubang.
Karena masyarakat tidak meryogikeun proyek yang terlihat hebat saat sidak.
Majalengka peryogi jalan yang tetap kokoh saat bupati sudah pulang.
Redaksi RNO


