Real news one - Majalengka, Upacara peringatan HUT Satpol PP ke-76, Satlinmas ke-64, dan Damkar ke-107 tingkat Kabupaten Majalengka tahun 2026 berlangsung khidmat.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.
"Momentum ini harus menjadi penguat dedikasi dan profesionalisme dalam menjaga ketentraman masyarakat. Tanpa kondisi aman dan kondusif, pembangunan tidak akan berjalan optimal," tegas Bupati.
Satu tahun kepemimpinan "Majalengka Langkung Sae", apresiasi itu layak. Angka kriminalitas turun. Penanganan bencana lebih cepat. Damkar terbukti hadir di garda terdepan, bahkan "di tengah keterbatasan sarana".
Untuk Damkar, hormat kami setinggi-tingginya. Mereka yang datang pertama saat rumah warga dilalap api. Mereka yang jadi solusi awal sebelum armada tiba. Inovasi mereka adalah nyawa.
Bupati pesan: "Lebih responsif dan mampu beradaptasi. Perkuat sinergi dengan Camat."
Pesan itu bukan tanpa sebab. Karena di lapangan, rakyat masih bertanya.
Pedagang kaki lima ditertibkan dalam 5 menit. Tapi tambang Galian C ilegal yang ngeruk gunung 24 jam, Satpol PP butuh 5 tahun ?
"Dinas" menjalankan Perda itu wajib. Tapi "kemanusiaan" melihat konteks itu perlu.
Jalan rusak parah di jalur Maja-Majalengka itu mata pencaharian sopir angkot, ojek, pedagang. Ditertibkan karena bikin macet, tapi siapa yang tertibkan kontraktor tambang yang bikin jalannya hancur ?
Satpol PP adalah wajah Bupati di jalan. Jangan sampai wajah itu hanya galak ke rakyat kecil, tapi "melek" ke cukong besar.
Persoalan di lapangan Majalengka hari ini Galian C, banjir, jalan amblas, PKL. Semua itu menyangkut "perut rakyat".
Sinergi dengan Camat bagus. Tapi sinergi itu harus turun sampai ke perut warga. Jangan berhenti di meja rapat.
Ujian netralitas Satpol PP ada di depan mata:
Berani nggak menutup tambang ilegal yang sudah disebut "meresahkan" oleh DPRD sendiri .Berani nggak menindak pembuang limbah ke sungai yang bikin ikan mati?
Kalau berani, itu baru "Majalengka Langkung Sae". Kalau tidak, jargon tinggal jargon.
Dirgahayu Satpol PP, Satlinmas, Damkar. Setahun Majalengka di bawah Bupati Eman suherman , banyak kemajuan. Itu fakta.
Tapi pekerjaan rumah masih menggunung. Setinggi gunung yang dikeruk. Rakyat Majalengka titip pesan
"Kami apresiasi ketegasan Bapak. Tapi tolong, tegasnya jangan pilih-pilih. Tegas ke PKL, harus tegas juga ke penambang ilegal. Tegas ke rakyat, harus tegas juga ke pengusaha yang merusak.
Karena ketentraman sejati bukan saat jalan sepi dari PKL.
Tapi saat jalan bagus, gunung utuh, sungai bersih, dan perut rakyat terisi.
Itu baru "kondusif" yang sesungguhnya.
Selamat bertugas. Mata rakyat adalah CCTV terbaik
Redaksi RNO


