REAL NEWS ONE Jatiwangi, Sapu itu akhirnya mampir. Jumat 9/5/2026, Gerakan Bersih-bersih Chapter 52 digelar Bupati Eman Suherman di Jatiwangi Square. Lokasi prestisius. Kawasan komersial terpadu pertama di Majalengka. Pusat nongkrong, pusat cuan, pusat mimpi.
Junalis Real news one angkat topi paling tinggi untuk Pak Bupati. Di tengah 52 kali Geber, Bapak masih mau turun, pegang sapu, kasih contoh. Ini teladan. Ini pemimpin. Ini Majalengka Langkung SAE bukan jargon.
Bupati sudah benar. Pesannya emas “Saya harapkan pengelola dan pelaku usaha punya komitmen kuat jaga kebersihan. Jangan sampai kawasan potensial ini kotor oleh sampah menumpuk.”
“Jajaran terkait terus komunikasi dengan pengelola. Pastikan sistem sampah optimal.”
100 untuk Bapak Bupati. Masalahnya jelas. Solusinya ditunjuk.
Geber Itu Sehari. Sampah Itu Tiap Hari.Chapter 52 ini kinclong. Foto-foto cantik. Pengelola senyum. Bupati puas. Pertanyaannya Sabtu besok gimana ? Minggu besok gimana ?
Jatiwangi Square itu mall hidup. Buka tiap hari. Cireng goreng tiap jam. Es teh jumbo tiap menit.Artinya sampah juga lahir tiap detik.
Kalau sistemnya masih “nunggu Geber”, maka 1 hari bersih dibayar 6 hari kotor. Itu bukan Geber. Itu pemakaman sampah yang ditunda.
Bupati minta komitmen. setuju 1000%. Tapi komitmen tanpa SOP janji. Komitmen tanpa TPS mimpi. Komitmen tanpa denda basa-basi.
Coba cek malam ini, Pak,
Jam 22.00, saat tenant tutup. Plastik bekas, cup minuman, tusuk sate, pada nongkrong dimana ?
Kalau masih di pojok, numpuk, nunggu diangkut besok siang, berarti komitmen itu baru ada di spanduk Geber.
Bupati sudah halus “terus jalin komunikasi”. Jurnalis terjemahkan: “Dinas, Camat, Kades, tagih dong MoU pengelolaan sampah ke pengelola Jatiwangi Square.”
Kawasan komersial sebesar ini wajib punya TPS Terpadu Jadwal Angkut 2x Sehari. Bukan 2 hari sekali. Petugas Kebersihan Khusus.Digaji pengelola, bukan relawan Geber. CCTV Sampah. Buang sembarangan, denda langsung. Viral. Biar malu.
CSR Sampah.Tiap tenant iuran. Duitnya buat beli mesin pencacah. Kalau 4 ini nggak ada, maka Geber Chapter 53 tahun depan balik lagi ke sini. Muter-muter.
Apresiasi Setinggi Jatiwangi Square Untuk Bupati Eman Suherman Bapak satu-satunya Bupati yang mau 52 kali pegang sapu. Ini bukan pencitraan. Ini kegelisahan. Kami paham.
pengelola jatiwangi square Kalian bangun ikon Majalengka. Tinggal satu lagi jangan biarkan ikon itu bau.
Pelaku Usaha Cuan kalian dari tempat ini. Sisihkan 1% untuk sapu & tempat sampah. Itu investasi, bukan biaya. Buat “jajaran terkait” yang disuruh Bupati komunikasi.
Komunikasi sudah 52 chapter, Pak. Hasilnya mana? Kalau Jatiwangi Square masih nunggu Geber buat bersih, berarti komunikasi Bapak gagal.
Rakyat butuh eksekusi, bukan koordinasi. Bupati sudah kasih contoh 52 kali. Sekarang giliran sistem yang nyapu.
Target jelas: 30 Hari ke depan Jatiwangi Square pasang 20 tong sampah pilah papan denda Rp 500 ribu.
90 Hari ke depan MoU Pengelola dengan DLH. Angkut sampah wajib 2x sehari. Chapter 100 Geber Nggak usah ke Jatiwangi Square lagi. Karena sudah kinclong tiap hari. Kalau ini kejadian, maka Geber Chapter 52 adalah Geber paling bersejarah. Karena ini Geber terakhir di satu lokasi. Selanjutnya, lokasi itu bersih karena sistem.
Kami tunggu, Pak Pengelola. Jangan sampai sapu Bupati patah, tapi sampah masih patahkan harapan pengunjung.
Redaksi RNO


