oleh: kang oby kresna
REAL NEWS ONE- Ciamis patut bertepuk tangan. Kantor Desa Rancah berdiri gagah dengan arsitektur Eropa, dua lantai, balkon yang rapi, delapan tiang kokoh menyangga identitas. Masuk ke dalamnya, aula pertemuan menyambut warga, di belakangnya ruang Bumdes siap menggerakkan ekonomi desa. Di atas lahan 1.000 meter persegi, bangunan ini bukan sekadar kantor—ia adalah pernyataan: desa bisa tampil berkelas.
Keren.
Jujur, megahnya mengalahkan banyak kantor kecamatan di Jawa Barat. Apresiasi tertinggi untuk semangat dan keberanian warga serta perangkat Desa Rancah yang ingin desanya dilihat setara.
Tapi seorang negarawan tidak berhenti pada kekaguman.
Ia bertanya agar kebanggaan tidak menjadi beban di kemudian hari.
Pertanyaannya sederhana dan jujur modal sebesar ini berasal dari mana ?
Apakah murni swadaya, hibah, Bumdes yang produktif, atau skema lain yang transparan ?
Karena bangunan sehebat ini hanya akan menjadi warisan jika dibarengi dengan tata kelola yang sejernih arsitekturnya.
Bila sumbernya bersih dan dapat dipertanggungjawabkan, maka Desa Rancah bukan hanya membangun gedung.
Ia sedang membangun standar baru desa yang berani bermimpi besar tanpa meninggalkan akuntabilitas.
Selamat untuk Desa Rancah.
Semoga kemegahan fisik ini sejalan dengan kemegahan pelayanan, transparansi, dan kesejahteraan warga.
Redaksi one


