THE REAL NEWS ONE -KUNINGAN,Kementerian Agama Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan Pelantikan Forum Pondok Pesantren (FPP) dan pembinaan pondok pesantren se-Kabupaten Kuningan, yang berlangsung di Gedung Setda Kuningan, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Lembaga Pesantren Menuju Pesantren Mandiri dan Berdaya”, sebagai upaya meningkatkan kualitas manajemen serta kemandirian pesantren di daerah.
Kepala Kemenag Kabupaten Kuningan, Ahmad Hamdani Romdony, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan atas dukungan yang diberikan terhadap pengembangan pesantren.
“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan yang telah memberikan suport luar biasa, serta kepada Universitas Kuningan yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini. Semoga kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi pondok pesantren di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Wakil Bupati Kuningan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan peran pesantren sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
“Pesantren memiliki peran strategis, tidak hanya dalam mencetak generasi yang berakhlak, tetapi juga dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan, baik melalui kebijakan maupun program pemberdayaan,” katanya.
Rektor Universitas Kuningan Dr.Anna fitria Hindriana,M,Si menyambut baik kegiatan ini, dan UNIKU siap menjadi mitra strategis bagi pesantren dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ia juga berharap kegiatan pembinaan ini menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pesantren agar lebih profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Sementara itu, narasumber dari kalangan akademisi, Wakil Rektor III Universitas Kuningan, Prof. Dr. Agus Yadi Ismail, S.Hut., M.Si, memaparkan materi bertajuk “Strategi Pemberdayaan Pesantren Menuju Kemandirian”.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta inovasi program ekonomi pesantren.
“Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pesantren harus mampu bertransformasi menjadi lembaga yang mandiri dan berdaya,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pondok pesantren di Kabupaten Kuningan dapat semakin berkembang, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.spd
Rno


