HE REAL NEWS ONE -MAJALENGKA,Milangkala Danghyang Rundayan Talaga tahun ini tak sekadar jadi panggung budaya. Panitia Pelaksana menggandeng PMI Kabupaten Majalengka di bawah kepemimpinan Dr. H. Momon Lentuk,S.Pd.,M.Pd., menggelar aksi donor darah bertajuk “Setetes Darah Sejuta Harapan.
Langkah kolaboratif ini jadi penegas melestarikan warisan leluhur tak harus berhenti di ritual. Di sela khidmatnya napak tilas sejarah Talaga, panpel membuka ruang bagi nilai kemanusiaan yang paling dasar menyelamatkan nyawa sesama..
“Ini cara kami memaknai Danghyang Rundayan secara utuh. Leluhur mengajarkan hirup kudu nyirung ka sasama. Setetes darah yang disumbangkan hari ini, bisa jadi sejuta harapan bagi pasien di rumah sakit esok hari,” ujar perwakilan panitia di sela kegiatan.
Ketua PMI Majalengka, Dr. H. Momon Lentuk, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, sinergi budaya dan kemanusiaan seperti ini adalah teladan. “Stok darah di Majalengka sangat terbantu. Lebih dari itu, ini mengedukasi publik bahwa tradisi dan solidaritas bisa berjalan beriringan,” tuturnya.
Apresiasi Kolaborasi Panpel Milangkala Danghyang Rundayan Talaga dengan PMI Majalengka patut jadi contoh. Di tengah gempuran budaya populer, mereka membuktikan tradisi tak kehilangan relevansi justru jadi jembatan untuk aksi nyata. Inilah wajah Majalengka Langkung SAE: berakar pada sejarah, berbuah pada kemanusiaan.**
R Iskandar md
Redaksi RNO


