Gambar

Gambar

Iklan

Blak-blakan Bupati Majalengka: Antara Prestasi Tertinggi dan "PR" 90 Miliar yang Bikin Putar Otak!

REDAKSIONE
Rabu, 22 April 2026
Last Updated 2026-04-22T14:16:27Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


MAJALENGKA, THE REAL NEWS ONE – Suasana di depan aula BKPSDM Kabupaten Majalengka mendadak hangat sore ini. Bukan cuma karena cuaca, tapi karena "oleh-oleh" cerita dari Bupati Majalengka, Eman Suherman. Di balik kabar gembira soal prestasi, ternyata ada tantangan besar yang harus dihadapi Pemkab Majalengka di tahun 2027 nanti.


Yuk, simak poin-poin penting yang dibahas Pak Bupati dengan gaya kepemimpinannya yang humanis!

1. Juara di Jawa Barat, Tapi...

Kabar membanggakan pertama: Majalengka sukses meraih skor Merit System tertinggi di Jawa Barat. Ini bukti kalau tata kelola ASN di "Kota Angin" ini sebenarnya sudah jempolan. Tapi, Pak Bupati nggak mau cepat puas, karena ada "kerikil" besar bernama Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022.


2. Dilema Anggaran: "Over" 90 Miliar!

Aturan pusat mewajibkan mulai 1 Januari 2027, belanja pegawai (gaji, tunjangan, dll) nggak boleh lebih dari 30% dari APBD.

"Kondisi kita sekarang masih di angka 38,5%. Kalau diuangkan, kita kelebihan (over) sekitar 90 miliar rupiah," ungkap Eman Suherman dengan nada serius (22/04/2026).

Kalau aturan ini dilanggar? Risikonya ngeri-ngeri sedap: dana transfer dari pusat bisa ditahan!


3. Ogah Pecat Pegawai, Ogah Potong TPP Sembarangan

Ada beberapa opsi ekstrem yang dilakukan daerah lain, tapi Pak Bupati dengan tegas menolak cara yang nggak manusiawi:

Pecat PPPK? "Nggak mungkin, kita masih punya rasa kemanusiaan," tegasnya.

Potong TPP (Tunjangan Penghasilan Pegawai) secara total? Ini juga sulit, karena Pak Bupati paham banyak ASN yang TPP-nya sudah "disekolahkan" alias buat cicilan. Kalau dipotong mendadak, ekonomi keluarga ASN bisa goyang!


4. Jurus "Potong Sendiri": Kinerja Jadi Penentu

Lalu apa solusinya? Pak Bupati punya cara cerdas. Ia nggak akan memotong TPP secara paksa, tapi membiarkan sistem e-Kinerja (EKIN) yang bekerja.

"Saya kembalikan ke teman-teman ASN. Yang memotong TPP-nya bukan saya, tapi kinerja mereka sendiri," jelasnya. Singkatnya: Nggak kerja, nggak dapat uang.


5. Tantangan Buat Pak Camat: Urusan Sampah Jadi Taruhan

Sebagai contoh nyata, Pak Bupati menyoroti masalah sampah yang sering dikeluhkan warga di media sosial. Ia menantang para Camat untuk bergerak cepat:

Camat harus kolaborasi antar desa untuk bangun TPS (Tempat Pembuangan Sementara).

Dikasih waktu 3 bulan. Kalau urusan sampah di wilayahnya nggak beres? Siap-siap TPP dipotong bertahap!  Masih nggak ada perubahan? Pak Bupati nggak segan untuk melakukan mutasi alias geser jabatan.


6. Mendengar Suara Netizen

Pak Bupati juga sadar betul kalau masyarakat sekarang kritis-kritis di media sosial, terutama soal jalan rusak dan sampah.

"Rakyat pengennya sekarang lihat, sekarang beres. Kita sedang berproses. Makanya, birokrasi harus inovatif, jangan cuma duduk diam," pungkasnya menutup pembicaraan.

Kesimpulannya: Bupati Eman lagi berupaya menjaga keseimbangan antara aturan pusat yang ketat dengan kesejahteraan pegawainya, sambil tetap memastikan rakyat Majalengka dilayani dengan baik. Semangat terus, Majalengka!

(Agung)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl