THE REAL NEWS ONE - Majalengka Wetan, sebuah wilayah yang seharusnya menjadi contoh kebersihan dan keindahan, kini menjadi saksi bisu dari kegarangan pengelolaan sampah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang disediakan, seolah-olah menjadi tempat buang sampah sembarangan bagi warga. Sampah menumpuk, bau menyengat, dan pemandangan tidak sedap menjadi menu harian bagi warga sekitar.(Rabu 21-1-26).
Pertanyaan besar : Apa yang salah dengan sistem pengelolaan sampah di Majalengka Wetan ? Apakah Lurah Majalengka Wetan dan Dinas BPLH sudah turun ke lokasi untuk melihat langsung keadaan ini ? Atau mereka hanya duduk di kantor, menunggu laporan dan foto-foto "indah" dari bawahannya ?.
Waktu untuk bertindak, Lurah dan Dinas Terkait coba Turun ke lokasi, lihat langsung, dan rasakan betapa buruknya keadaan ini. Jangan biarkan sampah menjadi masalah yang tidak pernah selesai.
Bupati Eman Suherman telah menunjukkan contoh dengan mengimplementasikan hasil studi dari Jepang tentang pengolahan sampah, tapi apa gunanya jika tidak diikuti dengan aksi nyata di lapangan ?.
Dinas BPLH harus lebih proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Lurah, Camat, dan seluruh jajaran pemerintahan harus sadar bahwa mereka adalah pelayan masyarakat. Mereka harus turun ke lapangan, mendengar keluhan warga, dan bertindak cepat untuk menyelesaikan masalah.
"Sampah bukan hanya masalah warga, tapi juga masalah pemerintah. Jangan tunggu lagi, turun ke lokasi, dan buat perubahan Demi majalengka langkung sae.
Bupati Eman Suherman, jangan hanya berhenti pada seremonial dan pidato, tapi pastikan aksi nyata dilakukan untuk menyelesaikan masalah sampah di Majalengka Wetan. Warga menunggu aksi nyata, bukan hanya janji-janji kosong.**
Oleh : Kang oby Kresna
Redaksi RNO.


