MAJALENGKA, REAL NEWS ONE - Kamis (23/7/2026). Gedung Yudha Karya penuh lagi. Forkopimda lengkap. Camat rapi. Kepala Puskesmas mencatat. Layar besar memproyeksikan satu kalimat :
Rencana Tindak Lanjut Roadmap 2026-2030 Penanggulangan Aids, Tb, Malaria.
Bupati `Eman Suherman` berdiri tegak. Kalimatnya tegas :
_"Kita tidak ingin kecolongan. Ini implementasi Majalengka Langkung SAE misi kedua."_
Beliau juga mengingatkan bahaya `fenomena gunung es`.
Untuk itu, RNO ucapkan `Apresiasi`. Karena berani merencanakan adalah langkah pertama.
Tapi sebagai `kami Penjaga Nalar Kritis`, diam bukan pilihan.
Maka kami bertanya pelan:
> Roadmap sudah ada di layar. Tapi siapa yang akan menjaganya agar tidak mati di laci ?
Kepala Bagian Kesra, `Taswara`, membeberkan data Dinkes yang jujur:
1. `HIV/AIDS: TURUN DRASTIS`
203 kasus 2024 → 148 kasus 2025 → 97 kasus pertengahan 2026. `Ini prestasi. Patut diacungi jempol.`
2. MALARIA: HAMPIR PUNAH`
19 kasus 2024 → 9 kasus 2025 → 3 kasus 2026. Luar biasa. Apresiasi setinggi-tingginya.
3. TUBERKULOSIS: TANDA BAHAYA.
4.434 kasus 2024 → 2.600 kasus 2025. Lalu `NAIK` lagi jadi 2.885 kasus di 2026.
Pak Bupati menyebutnya `surveilans aktif`. Kami setuju. Artinya kita mulai berani membuka borok.
Tapi ingat, Pak: Data yang jujur tanpa obat yang cukup, sama saja dengan mengakui luka tapi menolak mengobati.
Roadmap ini bagus di atas kertas. Tapi sejarah Majalengka sudah kenyang dengan "rencana indah".
Agar tidak terulang, kami titip 3 catatan :
Sampai kapan Puskesmas masih antri reagen?
Sampai kapan kader posyandu disuruh door to door tanpa insentif, tanpa ATK, tanpa kepastian ?
Roadmap tanpa anggaran operasional di desa adalah wacana.
Targetnya mulia: "Hapus stigma". Tapi di APBD 2027, pos untuk dukungan psikososial penyintas ada di mana?
Jangan sampai kita berhasil menyembuhkan paru-parunya, tapi gagal menyembuhkan harga dirinya.`
Hadirnya Forkopimda hari ini bagus. Tapi kolaborasi sejati itu bukan di foto.
Itu saat `Disdik` wajibkan CKG di tiap sekolah.
Saat `DPMD` kunci dana desa untuk tracking.
Saat `Dunia Usaha` mau tanggung pengobatan karyawannya.
`Kalau tidak, rapat ini hanya akan jadi konten Instagram.`
Kami percaya niat Bapak Bupati. _"Saya ingin masyarakat Majalengka sehat. Tidak ada lagi malaria."_
Kalimat itu berat. Dan kami mengawal.
Pak bupati Eman, roadmap ini adalah `kontrak 5 tahun` dengan rakyat.
`Kalau berhasil `Majalengka Langkung SAE` bukan lagi slogan. Tapi bukti di lapangan.
Kalau gagal Yang "kecolongan" bukan hanya program. Tapi `kepercayaan 1,3 juta warga Majalengka`.
Rakyat tidak butuh acara lagi.
Rakyat butuh 3 hal:
Petugas yang datang. Obat yang tidak kosong. Data yang diupdate tiap bulan.
Sederhana. Tapi menentukan.
Salam Pengawal,
Redaksi Real News One
`Penjaga Nalar Kritis Majalengka`


