Gambar

Gambar

Iklan

Pemkab Majalengka Susun Roadmap 2026–2030 Penanggulangan AIDS, TB, dan Malaria

Redaksi
Kamis, 23 Juli 2026
Last Updated 2026-07-23T08:39:10Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


ROADMAP 2026–2030 PENANGGULANGAN AIDS, TB, DAN MALARIA DISUSUN, BUPATI MAJALENGKA TEKANKAN AKSI NYATA


MAJALENGKA, THE REAL NEWS ONE – Pemerintah Kabupaten Majalengka mulai menyusun Roadmap 2026–2030 untuk memperkuat penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria. Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan, rencana tersebut harus diwujudkan melalui aksi nyata.

Penyusunan roadmap dibahas dalam Rapat Koordinasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) di Gedung Yudha Karya Pemda Majalengka, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut diinisiasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Majalengka.

Roadmap 2026–2030 Penanggulangan AIDS, TB, dan Malaria


Bupati Eman Suherman menyebut roadmap tersebut sebagai bagian dari visi Majalengka Langkung SAE.

Program ini juga berkaitan dengan misi kedua. Fokusnya adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan.

“Ini adalah program yang sudah kita susun dan rencanakan sebagai penjabaran dari misi Majalengka Langkung SAE, terutama misi kedua untuk meningkatkan kualitas mutu pelayanan kesehatan dan pendidikan. Kita tidak ingin kecolongan,” tegas Eman.

Menurutnya, penanganan AIDS, TB, dan Malaria membutuhkan kerja terpadu.

Pemantauan juga harus dilakukan secara berkelanjutan.

Bupati mengingatkan potensi munculnya fenomena gunung es.

Fenomena tersebut terjadi ketika kasus yang terdeteksi lebih sedikit daripada kondisi sebenarnya.

“Ada sebuah kekhawatiran kalau kita tidak melakukan rencana tindak lanjut, lalu kita abaikan atau kurang maksimal, ini bisa menjadi fenomena gunung es,” ujarnya.

Karena itu, tracking, pemantauan, dan mitigasi kesehatan harus dilakukan secara masif.

Data HIV/AIDS dan Malaria Menunjukkan Tren Penurunan


Kepala Bagian Kesra Setda Majalengka Taswara memaparkan perkembangan kasus berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka.

Data tersebut menunjukkan tren penurunan pada kasus HIV/AIDS.

Rinciannya sebagai berikut:

  • 2024: 203 kasus.
  • 2025: 148 kasus.
  • Pertengahan 2026: 97 kasus.

Penurunan juga terlihat pada kasus Malaria.

  • 2024: 19 kasus.
  • 2025: 9 kasus.
  • 2026: 3 kasus.

Bupati Majalengka menginginkan angka Malaria terus ditekan.

Ia bahkan menargetkan tidak ada lagi kasus Malaria di wilayah Majalengka.

“Intinya, dalam pembangunan kesehatan ini, saya ingin masyarakat Majalengka sehat. Tidak ada lagi malaria, kasus HIV/AIDS dapat ditekan, dan TB ditangani tuntas dengan komitmen semua pihak bergerak bersama-sama,” pungkasnya.

Kasus TB Masih Menjadi Perhatian Serius


Berbeda dengan HIV/AIDS dan Malaria, data Tuberkulosis menunjukkan dinamika yang perlu mendapat perhatian.

Data yang disampaikan menunjukkan:

  • 2024: 4.434 kasus.
  • 2025: 2.600 kasus.
  • 2026: 2.885 kasus.

Peningkatan kasus pada 2026 disebut berkaitan dengan semakin aktifnya kegiatan penemuan kasus.

Surveilans yang lebih aktif membuat lebih banyak kasus dapat terdeteksi.

Namun, kondisi tersebut tetap membutuhkan penanganan yang lebih intensif.

Data yang lebih banyak ditemukan harus diikuti layanan kesehatan yang memadai.

Deteksi kasus tidak boleh berhenti pada pencatatan.

Pasien juga harus mendapatkan penanganan hingga tuntas.

Bupati Dorong Kolaborasi Lintas Sektor


Bupati Eman menegaskan, penanggulangan tiga penyakit tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan.

Pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak.

Kolaborasi tersebut melibatkan:

  • Pemerintah daerah.
  • Tenaga kesehatan.
  • Dunia pendidikan.
  • Pemerintah kecamatan dan desa.
  • Organisasi kemasyarakatan.
  • Masyarakat.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga dinilai dapat memperkuat deteksi dini.

Masyarakat diharapkan semakin sadar terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan.

Bupati menegaskan, pemerintah tidak boleh menunggu kasus menjadi besar.

Pencegahan harus dilakukan sejak dini.

Roadmap Harus Berujung pada Aksi Nyata


Rapat koordinasi tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, serta organisasi kemasyarakatan.

Melalui Roadmap 2026–2030, Pemkab Majalengka menargetkan penguatan sinergi lintas sektor.

Sasaran utamanya mencakup:

  • Mempercepat eliminasi Malaria.
  • Menekan penyebaran HIV/AIDS.
  • Mengendalikan Tuberkulosis.
  • Memperkuat deteksi dini.
  • Menghapus stigma terhadap penyintas.
  • Memperkuat dukungan sosial dan psikologis.

Penyusunan roadmap menjadi langkah awal.

Namun, keberhasilannya akan ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan.

Perencanaan harus diterjemahkan menjadi program yang terukur.

Pemantauan juga harus dilakukan secara berkala.

Dengan demikian, penanggulangan AIDS, TB, dan Malaria tidak berhenti sebagai agenda rapat.

Pemerintah Kabupaten Majalengka menegaskan komitmennya untuk membangun masyarakat yang lebih sehat.

Roadmap 2026–2030 diharapkan menjadi instrumen kerja bersama.

Bukan sekadar dokumen perencanaan.

Melainkan pedoman untuk memastikan setiap kasus ditemukan, ditangani, dan dicegah secara berkelanjutan.

(RNO/Red)
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl