Aksi ini dipicu penetapan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah , sebagai tersangka. Dalam penggeledahan, penyidik menyita aset fantastis: uang tunai hampir Rp67,2 miliar dan 74 kilogram emas.
4 TITIK AKSI, 1 SUARA`
1. Gambir : Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum
2. Depan Kantor LBH DPN : Pengurus Komite Mahasiswa dan Pemuda Reformasi / KMP Reformasi
3. Gedung Kemendikdasmen, Jaksel : Aliansi Cipayung Plus - LMND, HMP MPO, GMNI, PMKRI, HMI DIPO, SEMMI, PMII, IMM, KAMMI
4. Depan Kantor OJK RI : Aliansi Mahasiswa dan Pemuda DKI Jakarta
5 TUNTUTAN RAKYAT YANG TAK KUNJUNG DIJAWAB`
Di atas mobil komando, orator meneriakkan 5 tuntutan yang sama sejak Juni lalu:
1. Setop pemborosan APBN
2. Turunkan harga kebutuhan pokok & BBM
3. Hentikan program MBG & Koperasi Desa Merah Putih
4. Hentikan militerisme di ranah sipil
5. Presiden Prabowo berhenti mengelak & akui kesalahan pemerintah.
"Kondisi saat ini jelas mengarah pada Indonesia bangkrut, bangkrut ekonomi dan bangkrut moralnya. Kritik berbasis data diabaikan," kata salah satu koordinator aksi.
CATATAN LALU LINTAS & KEAMANAN`
Polda Metro Jaya menyiagakan ribuan personel gabungan Polri-TNI. Titik rawan kemacetan: Bundaran HI, Jl. MH Thamrin, Simpang Sarinah, Patung Kuda, Jl. Medan Merdeka Barat, Sudirman, Kebon Sirih.
Sebelum membubarkan diri, massa menyampaikan permintaan maaf kepada warga Jakarta.
_"Kemacetan ini hanya beberapa jam. Sementara kemacetan ekonomi dan lapangan kerja sudah bertahun-tahun,"_ ujar koordinator aksi.
EDITORIAL : SUARA YANG TIDAK BOLEH DIBUNGKAM`
Demo bukan kerusuhan. Demo adalah napas demokrasi.
Ketika mahasiswa turun, itu tanda ada yang salah di atas.
Negara boleh berbeda pendapat, tapi jangan pernah anti pada kritik.
Karena sejarah mencatat: negeri ini tidak dibangun oleh yang diam, tapi oleh yang berani bersuara.
Penulis : Redaksi RNO
#Nasional #Politik #Jampidsus #BravoMahasiswa #HeadlinesToday #RealNewsOne


