Gambar

Gambar

Iklan

Kritik Tajam Mang Fajar: "Kalau Urusan Bisa Dipersulit, Kenapa Harus Dipermudah?" Menjadi Tamparan bagi Birokrasi Majalengka

Redaksi one
Selasa, 05 Mei 2026
Last Updated 2026-05-05T07:51:23Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini

 


MAJALENGKA, THE REAL NEWS ONE – Sorotan tajam tertuju pada kualitas pelayanan publik di Kabupaten Majalengka. Anggota DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muh Fajar Shidik CH, atau yang akrab disapa Mang Fajar, melontarkan kritik pedas terkait birokrasi yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.


Dalam keterangannya pada Senin (4/5/2026), Mang Fajar mengungkapkan bahwa dirinya masih menerima banyak keluhan dari warga mengenai prosedur administrasi yang dianggap berbelit-belit dan memakan waktu lama.


Rakyat Butuh Kepastian, Bukan Janji

Menurut Mang Fajar, esensi dari pelayanan publik seharusnya mengedepankan efektivitas. Namun, kenyataan di lapangan justru menunjukkan pola yang sebaliknya.


"Masih banyak masyarakat yang mengeluh soal pelayanan ribet, lama, dan muter-muter. Padahal, yang dibutuhkan itu sederhana: cepat, jelas, dan manusiawi," tegas Mang Fajar.


Ia menekankan bahwa transformasi digital atau pembaruan sistem tidak akan berarti apa-apa jika mentalitas pemberi layanan tidak berubah. Pelayanan publik, lanjutnya, adalah tentang bagaimana negara memanusiakan warganya.


Menyentil Mentalitas "Dipersulit"

Salah satu poin yang paling menonjol dalam pernyataannya adalah sindiran mengenai stigma birokrasi lama yang seolah sengaja menghambat urusan masyarakat. Mang Fajar menilai, jika praktik "mempersulit urusan" masih terjadi, maka reformasi birokrasi di Majalengka masih jalan di tempat.


"Pelayanan publik bukan soal sistem saja, tapi soal cara memperlakukan masyarakat dengan layak. Kalau hari ini masih ada yang dipersulit, berarti masih ada yang harus dibenahi," tambahnya.


Ia kemudian menutup pernyataannya dengan kalimat satir yang sering menjadi rahasia umum di tengah masyarakat, namun kini disuarakan langsung dari kursi legislatif:

"Kalau urusan bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah?" sindirnya, sebagai pengingat keras bagi para pemangku kebijakan dan pelaksana layanan publik di Majalengka untuk segera melakukan evaluasi total.

(Agung)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl