Majalengka, THE REAL NEWS ONE— Kabar gembira datang bagi para calon jamaah haji Indonesia! Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, KH Maman Imanul Haq, membawa oleh-oleh informasi penting setelah meninjau langsung kesiapan fasilitas di tanah suci. Dari urusan tanggal keberangkatan hingga rahasia mengapa jamaah Indonesia begitu dicintai di Arab Saudi, semuanya dikupas tuntas.
Berikut adalah rangkuman menarik dari hasil wawancara tersebut:
1. Hitung Mundur Keberangkatan
Catat tanggalnya! Proses sterilisasi dan persiapan akhir akan dimulai dalam waktu dekat.
18 April: Batas akhir aktivitas Umrah; pengosongan area mulai dilakukan untuk menyambut jamaah haji.
22 April: Keberangkatan perdana atau kloter pertama jamaah haji Indonesia resmi dimulai.
"Kita yakini bahwa tahun ini bisa berangkat semua mulai tanggal 22 April. Jadi tanggal 18 April sudah mulai pengosongan, tidak ada lagi yang datang umrah dan sebagainya, tanggal 22 kloter pertama sudah bisa berangkat." Ungkap Maman Imanul Haq di depan gedung PKB Majalengka, 05/04/2026.
2. "Audit" Paving Block hingga Urusan Lidah
Maman Imanul Haq memastikan bahwa DPR terus mengawal kualitas fasilitas agar jamaah nyaman beribadah.
Fasilitas di Arafah: Sempat ada komplain terkait tenda di Arafah yang belum dipasang paving block sesuai janji pihak Syarikat, namun kini sedang dalam proses perbaikan.
Kamar Mandi: Mengingat jumlah jamaah yang membludak, ketersediaan toilet yang representatif menjadi prioritas utama.
Menu Nusantara: Urusan perut jangan sampai mengganggu ibadah. Penyelenggara memastikan cita rasa masakan tetap khas Indonesia agar nafsu makan jamaah terjaga.
"Kita tidak ingin ada jamaah haji terganggu ibadahnya gara-gara selera makannya berkurang. Kita sudah bertemu dengan penyedia untuk cita rasa Nusantara." Tegasnya.
3. Tiga Resep Haji Mabrur: Sehat, Bahagia, dan Santuy
Kepada para jamaah, Kyai Maman menitipkan tiga pesan utama agar perjalanan haji berjalan lancar:
1. Faktor Kesehatan: Haji adalah ibadah fisik. Jamaah disarankan mulai rutin jalan kaki dari sekarang.
2. Faktor Kebahagiaan: Jangan terlalu stres memikirkan hafalan doa. Yang terpenting adalah hati yang senang karena terpanggil menjadi tamu Allah.
3. Faktor Kemabruran: Ikuti arahan pembimbing dan Kementerian Agama dengan disiplin.
"Tolong bahagia, jadi jangan terlalu dibebani dengan banyak ketakutan-ketakutan, misalnya harus menghafalkan doa dan lain sebagainya. Yang penting bahagia saja karena bisa berangkat haji." Pesannya.
4. Mengapa Jamaah Indonesia Paling Ditunggu?
Ada alasan unik mengapa otoritas Arab Saudi sangat menyukai jamaah asal Indonesia. Selain karena sikapnya yang moderat, santun, dan disiplin, ternyata ada satu faktor lain: hobi belanja!
"Jamaah haji Indonesia itu memang senang belanja. Jadi Arab Saudi sekarang paling senang kalau ada orang belanja. Kalau kita datang ke Jabbal Rahmah, itu sudah ada karcis, persis di Majalengka," selorohnya sambil tertawa.
5. Situasi Geopolitik Timur Tengah
Terkait konflik yang sedang memanas di Timur Tengah, Maman meminta jamaah tetap tenang. Menurut pantauannya, konflik tersebut tidak berdampak secara menyeluruh pada jalur haji karena serangan hanya menyasar fasilitas militer tertentu. Haji justru diharapkan menjadi momentum persatuan di tengah perbedaan politik global.
Semoga perjalanan haji tahun ini berjalan lancar dan seluruh jamaah kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur!**
(Agung)


