MAJALENGKA, THE REAL NEWS ONE – Peringatan Hari Kartini pada Selasa (21/4/2026) ini membawa pesan mendalam dari gedung wakil rakyat Majalengka. Muh Fajar Shidik CH, Ketua DPC PPP Kabupaten Majalengka sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Majalengka, mengajak masyarakat untuk melihat sosok Kartini bukan sekadar sebagai figur di buku sejarah, melainkan sebagai "ruh" yang hidup dalam ambisi setiap perempuan masa kini.
Bagi Fajar Shidik, setiap cita-cita yang dikejar oleh kaum perempuan hari ini adalah bentuk nyata dari keberlanjutan perjuangan sang pahlawan emansipasi tersebut.
Mimpi yang Tak Pernah Padam
Dalam pernyataannya, Fajar Shidik menekankan bahwa esensi perjuangan Kartini terletak pada keberanian untuk bermimpi di tengah keterbatasan. Ia melihat bahwa perempuan modern, khususnya di Kabupaten Majalengka, kini memiliki panggung yang lebih luas untuk berekspresi.
"Kartini hidup dalam setiap mimpi perempuan," ungkap Fajar Shidik. "Kalimat ini mengingatkan kita semua bahwa perjuangannya untuk kesetaraan dan pendidikan belum usai, namun terus bertransformasi melalui mimpi-mimpi besar generasi sekarang."
Ia menambahkan bahwa setiap langkah maju yang diambil oleh perempuan, baik itu di bangku pendidikan, dunia usaha, maupun pemerintahan adalah cerminan jejak Kartini yang memberikan kekuatan serta harapan baru bagi bangsa.
Tiga Pilar: Pendidikan, Kesetaraan, dan Pemberdayaan
Sebagai pimpinan partai berlambang Ka'bah di Majalengka, Fajar Shidik menggarisbawahi tiga fokus utama yang harus diperjuangkan secara kolektif untuk memuliakan kaum perempuan:
1. Pendidikan Tanpa Sekat: Memberikan ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk menimba ilmu setinggi mungkin.
2. Kesetaraan yang Berkeadilan: Memastikan tidak ada lagi tembok penghalang bagi perempuan untuk berkontribusi di ruang publik.
3. Pemberdayaan Ekonomi & Sosial: Mendorong program-program nyata yang mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian perempuan.
Energi untuk Generasi Muda
Fajar Shidik berharap semangat Kartini bisa menjadi "bahan bakar" bagi generasi muda di Indonesia, khususnya di Kota Angin, untuk tidak takut bermimpi besar. Menurutnya, keberanian untuk mengejar cita-cita adalah penghormatan tertinggi bagi perjuangan masa lalu.
"Mari kita lanjutkan semangat ini. Fokus pada pendidikan dan pemberdayaan adalah kunci agar perempuan Indonesia tidak hanya menjadi saksi sejarah, tapi juga penentu arah masa depan peradaban," pungkasnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa di setiap keberhasilan seorang perempuan, ada "nyawa" perjuangan Kartini yang tetap berdenyut, memberi kekuatan untuk terus melangkah melampaui batas.**
(Agung)


