THE REAL NEWS ONE -
Dalam aksi tersebut, koordinator lapangan PMII, Iqbal mempertanyakan keberadaan PT SMU sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai belum memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Majalengka.
Menurutnya, hingga saat ini PT SMU belum menunjukkan hasil yang signifikan bagi pemasukan daerah, meskipun telah lama berdiri sebagai perusahaan milik pemerintah daerah.
“Sebagai BUMD, seharusnya PT SMU bisa menjadi salah satu sumber PAD. Namun faktanya sampai hari ini belum terlihat kontribusi yang jelas,” ujarnya dalam orasi.
Selain itu, PMII juga menyoroti kinerja jajaran pengurus baru PT SMU yang dilantik pada September 2025. Mereka menilai, hingga kini belum terlihat arah dan strategi yang jelas dalam pengelolaan perusahaan tersebut.
“Kami mempertanyakan kinerja pengurus yang baru. Sampai sekarang belum terlihat mau dibawa ke mana arah usaha BUMD ini,” tambahnya.
Dalam tuntutannya, massa aksi meminta Pemerintah Kabupaten Majalengka, khususnya bupati, untuk segera melakukan evaluasi terhadap kepengurusan PT SMU. Evaluasi tersebut dinilai penting guna memastikan BUMD dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan PAD daerah.
Sementara Bupati Majalengka, Eman Suherman menerima adunensi PMII di ruang rapat ,Ia mengapresia terhadap mahasiswa yang telah peduli terhadap keberadaan PT SMU yang selama ini merupakan BUMD milik Pemda
“Saya mengapresiasi adik-adik mahasiswa yang peduli dan memberikan perhatian terhadap BUMD kita. Ini menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap kinerja PT SMU, guna memastikan perusahaan daerah tersebut dapat berjalan lebih optimal dan memberikan kontribusi bagi PAD.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan secara tertib. PMII berharap aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Rno spd


