Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menegaskan bahwa denyut keberhasilan berbagai program sosial-keagamaan tidak lahir dari kerja sendiri, melainkan dari sinergi dan dukungan kuat pemerintah daerah.
Menurutnya, komitmen Bupati dan Wakil Bupati Majalengka menjadi energi moral sekaligus kekuatan kolektif bagi BAZNAS untuk terus memperluas jangkauan kemanfaatan bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Majalengka juga mempelopori gerakan zakat mal sebagai teladan bagi para muzakki di Majalengka—baik dari kalangan pengusaha, organisasi profesi, maupun masyarakat luas—agar semakin meneguhkan budaya berbagi sebagai bagian dari nilai kehidupan.
Salah satu momentum penting dalam kegiatan itu adalah pendistribusian dana Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) sebesar Rp381.550.000. Sebelumnya telah disalurkan Rp18.450.000, sehingga total dana yang digulirkan mencapai Rp400.000.000.
Program SIGAP sendiri dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan sosial, melainkan sebagai proses pendidikan nilai—menanamkan empati, solidaritas, serta kebiasaan berzakat dan bersedekah sejak usia dini di lingkungan sekolah.
Dana yang dihimpun para siswa tersebut kemudian dikembalikan sepenuhnya kepada sekolah untuk mendukung berbagai kebutuhan kemanusiaan dan pendidikan, mulai dari membantu siswa yang sedang sakit, memberikan bantuan pendidikan, hingga mendukung pembangunan sarana ibadah seperti mushola.
Bupati Majalengka menilai, SIGAP merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang religius sekaligus memiliki sensitivitas sosial terhadap sesama.
Ia pun menegaskan agar program ini terus dipelihara dan diperluas, sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Majalengka.
“Nilai paling mendasar dari SIGAP adalah menumbuhkan anak-anak yang religius serta memiliki kepedulian sosial sejak dini,” ujarnya.
Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang transparan dan profesional, BAZNAS Majalengka optimistis berbagai persoalan sosial dapat dihadapi secara bersama, sekaligus menguatkan langkah pembangunan menuju Majalengka Langkung SAE—daerah yang maju, religius, dan dipenuhi semangat kepedulian.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur MUI, Kadin, HIPMI, K3S, perbankan, BUMD, para kepala sekolah, serta berbagai pemangku kepentingan yang bersama-sama merawat denyut gerakan kebaikan bagi masyarakat. (*)


