Majalengka, THE REAL NEWS ONE— Menjelang datangnya hari kemenangan Idul Fitri, suasana silaturahmi antara Bupati Majalengka Eman Suherman dengan para awak media berlangsung hangat namun sarat pesan moral.
Dalam pertemuan itu, bukan sekadar bincang ringan yang mengalir, melainkan juga seruan intelektual dan spiritual tentang tanggung jawab bersama menjaga masyarakat di tengah dinamika zaman.
Bupati menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi geopolitik dunia yang tengah memanas, terutama ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menurutnya, konflik global kerap memberi efek domino terhadap kondisi ekonomi, termasuk pada stabilitas harga energi dan kebutuhan pokok di dalam negeri.
“Wartawan memiliki peran penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Bupati.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hidup boros dan mulai menumbuhkan kesadaran hidup sederhana.
Meski pemerintah pusat melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia telah menyampaikan bahwa ketersediaan BBM masih aman, Bupati mengingatkan agar masyarakat tetap waspada.
“Kalau harga BBM naik, biasanya kebutuhan lain ikut naik. Karena itu mari kita belajar hidup lebih bijak dalam mengelola pengeluaran,” katanya.
Dalam kesempatan itu pula, Bupati mengajak para jurnalis untuk turut mendoakan agar pemerintah daerah mampu terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meskipun dihadapkan pada tantangan pengurangan anggaran APBD.
“Doakan kami agar tetap kuat dan istiqamah dalam memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat Majalengka,” ucapnya dengan nada penuh harap.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Bupati juga menyampaikan kabar yang membawa angin segar bagi pemerintahan desa.
Ia memastikan bahwa Siltap (Penghasilan Tetap) perangkat desa mulai bulan Maret akan dicairkan setiap bulan, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan aparatur desa yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.
Silaturahmi itu pun terasa lebih dari sekadar pertemuan formal. Ia menjadi ruang perenungan bersama bahwa di bulan suci menuju Idul Fitri, tanggung jawab sosial, kejujuran informasi, dan doa menjadi tiga kekuatan yang menjaga masyarakat tetap tenang dan berpengharapan.
Di tengah dunia yang kadang riuh oleh konflik dan kepentingan, pesan yang disampaikan Bupati terasa sederhana namun mendalam: hidup hemat, bekerja dengan niat ibadah, dan terus menjaga kepercayaan rakyat dengan keikhlasan.
Karena pada akhirnya, sebagaimana nilai-nilai Ramadhan mengajarkan, pengabdian kepada manusia adalah jalan menuju ridha Tuhan.(*)


