The Real news one - Deputi BGN, Dadang Hendrayudha, menegaskan bahwa Mekanisme Bantuan Gaji (MBG) bukan sekadar bisnis, tapi misi kemanusiaan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak penerima manfaat merasa MBG lebih seperti bisnis yang menguntungkan pengusaha daripada membantu masyarakat.
- Banyak penerima manfaat tidak puas dengan MBG dan merasa tidak mendapatkan bantuan yang layak
- Intimidasi dan pembiaran terhadap protes masyarakat masih terjadi
- Pengelola MBG harus bertanggung jawab dan transparan dalam menjalankan program ini
APAKAH MBG BENAR-BENAR MISI KEMANUSIAAN ?
Dadang Hendrayudha mengatakan bahwa pengusaha yang menginvestasikan uang dalam MBG akan mendapatkan berkah. Tapi, apakah masyarakat Indonesia sudah benar-benar mendapatkan manfaat dari MBG? Atau hanya pengusaha yang menikmati keuntungan?
Pengelola MBG harus segera bertanggung jawab dan transparan dalam menjalankan program ini. Masyarakat Indonesia berhak mendapatkan bantuan yang layak dan tidak harus menghadapi intimidasi atau pembiaran.
Terima kasih kepada Deputi BGN, Dadang Hendrayudha, atas pernyataannya yang tegas dan peduli dengan misi kemanusiaan MBG. Semoga pernyataannya dapat menjadi katalisator perubahan untuk pengelola MBG.*
Redaksi RNO


