Gambar

Gambar

Iklan

"Kapolri : 'Lebih Baik Jadi Petani' - Apakah Polri Terlalu Besar untuk Diawasi ?"

Redaksi one
Senin, 26 Januari 2026
Last Updated 2026-01-27T00:55:35Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini

 Reformasi institusi tata kelola

            Dok .Photo layla

THE REAL NEWS ONE- Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan, "Saya menolak polisi di bawah kementerian. Kalau itu terjadi, saya lebih baik jadi petani." Pernyataan ini memicu perdebatan tentang posisi Polri di Indonesia. Apakah Polri harus di bawah kementerian atau langsung di bawah Presiden ?


Dunia menunjukkan bahwa hampir tidak ada negara demokrasi besar yang menempatkan polisinya langsung di bawah Presiden tanpa filter kementerian atau dewan komisi. Amerika Serikat, Perancis, dan Malaysia memiliki struktur yang berbeda, di mana polisi berada di bawah kementerian atau badan pengawas.


Polri menginginkan kecepatan dan fleksibilitas operasional, tapi juga harus diimbangi dengan pengawasan yang kuat. 


Jepang memiliki model National Police Agency (NPA) yang diawasi oleh National Public Safety Commission, sebuah badan independen di lingkup kabinet.


Pilihan ada di tangan pembuat undang-undang : apakah memaksa Polri masuk ke "kandang" kementerian atau menciptakan sistem pengawasan baru yang lebih fair.*


Redaksi RNO. 

Oleh : kang oby kresna

Sumber : sidang paripurna DPR RI. 




iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl