Gambar

Gambar

Iklan

Infrastruktur Jadi Nafas Pembangunan, Pemkab Majalengka Siapkan Rp139 Miliar

admin
Jumat, 23 Januari 2026
Last Updated 2026-02-08T18:15:53Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


Majalengka, THE REAL NEWS ONE– 
Di tengah keluhan masyarakat soal jalan rusak yang tak kunjung usai, Pemerintah Kabupaten Majalengka akhirnya mengambil sikap tegas.

Tahun anggaran 2026, pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan resmi dipatok sebagai program prioritas utama.

Jalan tak lagi sekadar proyek rutin, melainkan taruhan serius arah pembangunan daerah.

Kebijakan ini dibaca sebagai upaya Pemkab Majalengka memperkuat urat nadi konektivitas wilayah—mulai dari akses ekonomi, mobilitas warga, hingga daya saing antarwilayah.

Infrastruktur kini diposisikan bukan sebagai pelengkap, tetapi pondasi utama kesejahteraan masyarakat.

Keseriusan itu tercermin dari besarnya anggaran yang disiapkan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR), Pemkab Majalengka menggelontorkan dana Rp139 miliar, angka yang cukup besar untuk ukuran pembangunan jalan daerah.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Majalengka, Drs. Agus Permana, M.P, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Andi Eka Siswanto, ST, mengungkapkan bahwa anggaran tersebut dihimpun dari berbagai sumber di luar skema reguler.

“Anggaran ini berasal dari beberapa sumber pendanaan, di antaranya Option Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit, bukan hanya mengandalkan DAU atau DAK,” kata Andi, saat ditemui awak media, Jum’at, (23/1/26).

Tak hanya itu, Pemkab Majalengka juga masih berburu tambahan dana melalui Bantuan Keuangan Provinsi, yang hingga kini masih dalam tahap pengajuan. Artinya, angka Rp139 miliar berpotensi bertambah.

Bukan Sekadar Tambal Sulam

Dana ratusan miliar tersebut dirancang untuk menjawab persoalan klasik infrastruktur yang selama ini dirasakan warga.

Fokusnya mencakup rehabilitasi jalan penghubung antarwilayah, pembangunan jembatan, serta penyediaan sarana penunjang yang selama ini kerap luput dari perhatian.

Namun, publik tentu berharap proyek ini bukan sekadar tambal sulam musiman, melainkan benar-benar menghadirkan kualitas jalan yang layak dan tahan lama.

Perencanaan Jalan, Tantangan Cuaca

Saat ini, proyek rehabilitasi jalan dan jembatan telah memasuki tahap perencanaan teknis dan proses lelang.

Tim teknis bahkan sudah turun ke lapangan melakukan survei, meski harus berhadapan dengan tantangan cuaca ekstrem.

“Curah hujan yang tinggi memang menjadi kendala di lapangan, tapi kami optimistis proses ini bisa segera diselesaikan agar lelang dapat berjalan sesuai jadwal,” jelas Andi.

Peringatan Keras untuk Kontraktor

Menariknya, Pemkab Majalengka tak hanya bicara anggaran dan target. Ada pesan tegas yang disampaikan kepada pihak ketiga yang nantinya mengerjakan proyek-proyek strategis ini.

“Kami mengimbau pengusaha atau pelaksana proyek agar amanah. Kualitas dan kuantitas pekerjaan harus dijaga. Jalan yang dibangun harus kuat, awet, dan benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegas Andi.

Pernyataan ini seolah menjadi sinyal bahwa Pemkab Majalengka tak ingin pembangunan infrastruktur 2026 berakhir sebagai daftar panjang proyek mahal dengan usia pakai singkat.

Publik kini menanti, apakah komitmen ini akan benar-benar menjelma menjadi jalan mulus yang dirasakan hingga ke pelosok.***

(Wildan)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl