THE REAL NEWS ONE - Majalengka, 10 Januari 2026 -Runtuhnya bangunan SD Negeri 2 Andir, Jatiwangi, Majalengka, menjadi tamparan keras bagi mutu pembangunan fasilitas pendidikan. Gedung sekolah yang baru berusia 4 tahun ambruk, memicu kemarahan publik dan pertanyaan serius tentang kualitas konstruksi dan lemahnya pengawasan.
Bangunan sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Andir, Desa Andir, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, ambruk pada Kamis, 8 Januari 2026, sekitar pukul 09.49 WIB.
Rangka atap baja ringan tidak sanggup menahan beban genteng, hingga akhirnya runtuh dan menghancurkan ruang kelas 1,2,3.
"Ini bukan sekadar insiden teknis, tapi peristiwa memalukan yang menampar wajah mutu pembangunan fasilitas pendidikan," kata seorang warga.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, meninjau langsung lokasi kejadian dan menyoroti usia bangunan yang dinilai tidak masuk akal untuk mengalami keruntuhan. "Kalau kegagalan konstruksi dalam istilah teknis PU, biasanya bangunan ambruk sejak awal. Ini bukan itu.
Secara teknis disebut kelelahan struktur," katanya.
Pemerintah Kabupaten Majalengka akan melakukan audit menyeluruh terhadap bangunan dan mempercepat penanganan lintas OPD. Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) akan digeser untuk pembangunan kembali gedung sekolah yang ambruk.
"Anak-anak tidak boleh terlantar dan proses belajar tidak tergugurkan," tegas Eman Suherman.
Peristiwa ini menjadi cermin retak bagi pembangunan fasilitas publik. Sekolah bukan sekadar proyek fisik, tapi tanggung jawab moral besar untuk keselamatan anak-anak dan masa depan generasi bangsa.
Jahari
Redaksi RNO



