masukkan script iklan disini
Sebuah Apresiasi untuk Teladan Pembelajar Sepanjang Hayat
Oleh: kang oby kresna
Edisi: luhung ku elmu ajrih ku pangarti.
REAL NEWS ONE - Majalengka, Senin, 4 Mei 2026 Di negeri yang sering mengagung-agungkan ijazah sebagai penanda status, ada satu pemandangan langka yang menyejukkan ketika seorang Wakil Bupati memilih kembali duduk di bangku kuliah.
Wakil Bupati Majalengka Dena Muhammad Ramdhan secara resmi tercatat sebagai mahasiswa baru Universitas Sindang Kasih Majalengka pada Tahun Akademik 2026/2027. Bukan untuk pencitraan. Bukan untuk menambah deret gelar di kartu nama. Melainkan sebagai ikhtiar sunyi untuk membuktikan satu tesis tua bahwa ilmu tidak pernah mengenal kata pensiun, dan jabatan tidak boleh membuat akal berhenti bertanya.
Di tengah gempuran budaya instan dan politik simbolik, langkah Wabup Majalengka ini adalah sebuah antitesis. Ia mendekonstruksi mitos bahwa kekuasaan adalah puncak. Baginya, kekuasaan adalah jalan. Dan jalan itu harus terus diterangi oleh cahaya ilmu.
Dekan FKIP USK Majalengka, Dr. Arip Amin,M.Pd. menyambut dengan refleksi mendalam:
“Kampus ini dirancang sebagai ‘compass institution’. Maka ketika seorang pemimpin daerah mau dipandu oleh kompas keilmuan, itu adalah kehormatan bagi kami. Beliau tidak sedang mencari gelar, beliau sedang mencari bekal. Bekal untuk memimpin dengan nalar yang lebih jernih dan nurani yang lebih tajam. Di ruang kelas USK, tidak ada sekat antara pejabat dan rakyat. Yang ada hanya sesama pencari ilmu yang duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Ini adalah esensi dari pendidikan yang memerdekakan.”
Rektor USK, Prof. Dr. H. Cecep Sumarna,M.Ag. memaknai fenomena ini melampaui seremoni akademik
“Apa yang dilakukan Pak Wabup adalah ‘sunnah peradaban’. Sejarah Islam mencatat para khalifah dan sultan duduk tawadhu di majelis ilmu. Tradisi Sunda mengajarkan ‘pamimpin kudu loba ngaji’. Ketika Wakil Bupati Majalengka kuliah lagi, beliau sedang menghidupkan kembali ruh itu. Beliau sedang mengirim pesan ke seluruh anak Majalengka ‘Jika saya yang sudah di puncak birokrasi masih haus ilmu, apalagi kalian para generasi penerus’. Ini bukan promosi kampus. Ini adalah promosi kesadaran. Bahwa Majalengka harus dibangun dengan otak dan dengan hati.”
Karena USK bukan pabrik ijazah. USK adalah "Laboratorium Peradaban" yang memadukan otak Jerman, hati Mekah, dan akar Sunda. di USK, Wabup tidak akan menemukan kelas yang sekadar berisi hafalan teori. Beliau akan menemukan ruang dialog antara kebijakan publik dan kearifan lokal, antara data statistik dan filosofi pupuh, antara tata kelola pemerintahan dan nilai silih asah, silih asih, silih asuh.
Keputusan Wabup ini adalah sirine keras untuk seluruh elemen masyarakat Jangan pernah berhenti menjadi murid kehidupan.
Kepada para ASN, ini adalah teladan integritas intelektual.
Kepada para pemuda, ini adalah bukti bahwa menuntut ilmu tidak mengenal batas usia.
Kepada para orang tua, ini adalah penegas bahwa investasi paling berharga bukanlah tanah, melainkan ilmu yang mengalir dalam darah anak cucu.
Sebab bangsa yang besar bukanlah bangsa yang pejabatnya paling banyak gelar,
melainkan bangsa yang pemimpinnya paling setia menjadi pembelajar.
Selamat datang di Kawah Candradimuka, Pak Wakil Bupati.
Selamat menjadi mahasiswa. Selamat terus menjadi teladan bagi Majalengka.
Penerimaan Mahasiswa Baru USK Majalengka 2026/2027 Masih Dibuka
Informasi : http://pmb.uskm.ac.id
Redaksi RNO


