REAL NEWS ONE - Manusia boleh lupa. Tanah tumpah darah tidak pernah lupa. Zaman boleh canggih. HP boleh lebih pintar dari manusia.
Tapi ada satu hukum semesta yang tidak pernah berubah :
“Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.”Dan `mengenal diri` itu mulainya dari mana ?
Dari `mengenal asal.Benang Emas Dari Keraton. Logika sejarah itu sederhana. Tidak bisa dibantah.
Dari tanah `Mataram` mengalir darah `Panembahan Hanyakrawati, Raja Mataram II` dan `Ratu Mas Adi Dyah Banawati.
Dari rahim itulah lahir `Sultan Agung Hanyokrokusumo 1593-1645`. Nama yang bikin `VOC gemetar.
Anak Sultan Agung Hanyokrokusumo, GKR. Wiromantri, menurunkan darah mulia ke tanah Cirebon yang menikah dengan Panembahan Ratu Cirebon II / Panembahan Girilaya II.
Lahirlah Sultan Kanoman I, Sultan Badaruddin Kartawijaya. Pendiri Kesultanan Kanoman Cirebon.
Benang itu tidak putus. Ia terus mengalir sampai ke tanah Rajagaluh, Majalengka.
Silsilah Amanah
Berdasarkan `Silsilah Keluarga Keturunan Kesultanan Kanoman Cirebon` yang masih dijaga:
Prabu Siliwangi punya keturunan Nyimas Rara Santang lahir Syarif Hidayatullah / Sunan Gunung Jati lahir Panembahan Pasarean lahir Panembahan Sedang Kemuning lahir Panembahan Ratu Cirebon I / Girilaya I lahir Panembahan Mande Gayam lahir Panembahan Ratu Cirebon II / Girilaya II. Lahirlah Sultan Kanoman I Badrudin Kartawijaya. Lahirlah Pangeran Partawijaya anak ke-20 sultan Kanoman I Badrudin Kartawijaya, yg kemudian menurunkan ke mbah buyut sang narasumber Raden Anom Sagita. Mulai dari Raden Ilham yang menikah dengan adik Wiralodra dari Indramayu, Raden Suganda Asih / Embah Endot 1908-1975 ( Diasuh oleh Mbah Raden Oneng, pendiri Rajagaluh,
Raden Sobari / Mama Encob Kedung Anyar - Ligung 1946-2019, Nining Sumarni 1969. Lahirlah Raden Anom Sagita.
Ini bukan silsilah di kertas. Ini amanah yang berjalan.
Rajagaluh bukan tanah biasa.
Dulu ini pintu gerbang peradaban Cirebon. Tempat para trah keraton menitipkan ilmu, adab, dan wibawa`.
Penulis Real News One pernah mencatat : Embah Kuwu Emban di Rajagaluh Lor. Embah Rd. Oneng di Rajagaluh Kidul.
Itu bukti. Tanah ini dijaga para wali, kuwu, dan trah` sejak dulu.
Makanya aneh kalau hari ini, di tanah yang darahnya `Sultan`, masih ada jalan berlubang yang dibiarkan.
Masih ada `hak rakyat` yang dipotong. Masih ada `anak cucu yang lupa caranya menghormat`.
Leluhur kita menaklukkan penjajah. Masa kita kalah sama pejabat korup ?
Bangsa yang kuat bukan yang paling banyak mall-nya.
Bangsa yang kuat adalah yang tahu : "Saya dari mana, dan mau kemana."`
Kalau kamu cucunya `Sultan Agung`, harusnya `berani`.
Kalau kamu darahnya `Kanoman`, harusnya `jujur`buka sejarah di mata dunia.
Kalau kalian tinggal di Rajagaluh , harusnya menjaga`.
Karena melupakan asal sama mengkhianati masa depan.
Untuk keluarga besar `Kesultanan Cirebon Kanoman`.
Untuk warga Rajagaluh Lor dan Rajagaluh Kidul.
Angkat kepala. Jalan tegak. Karena darahmu darah raja. Tapi tugasmu tugas pelayan rakyat.
Ingat asal, biar langkah tidak tersesat.
Oleh : kakang oby Kresna
Redaksi Real News One.


