masukkan script iklan disini
Penyaluran Dimulai Pukul 08.00, Dinsos Diminta Kawal DTKS Biar Tepat Sasaran.
REAL NEWS ONE - Jatiwangi, Majalengka – Pagi ini, Senin 9 Juni 2026, suasana Balai Desa Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, jauh berbeda dari hari biasanya. Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan warga telah mengantre tertib untuk menerima bantuan sosial BPNT berupa paket sembako. Penyaluran ini dijadwalkan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB.
Ini bukan sekadar berita pembagian beras. Ini adalah "cermin data" untuk kita semua: bahwa mengelola amanah negara harus pakai akal sehat dan data valid, bukan pakai kedekatan atau rasa kasihan semata wkwk
Fakta di Lapangan:
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT menerima 1 paket sembako berisi:
1. Beras Premium 20 Kg – Cukup untuk kebutuhan pokok 1 bulan keluarga kecil
2. Minyak Goreng Merek "Minyak KITA" 4 Liter– Sesuai program pemerintah untuk menekan inflasi harga pangan
Total 800 KPMn khusus untuk wilayah Desa Burujul Kulon saja. Angka 800 ini bukan angka kecil Kang Teteh. 800 kepala keluarga = kurang lebih 2.400 jiwa yang perutnya hari ini sedikit lebih tenang karena ada beras di dapur.
Penyaluran dipusatkan di Balai Desa Burujul Kulon karena aksesnya sentral. Logika sederhananya: biar nenek-nenek dari blok paling ujung desa tidak perlu jalan kaki 5 km ke kantor kecamatan.
Dengan waktu kerja 7 jam, dari 08.00 sampai 15.00 WIB, panitia dituntut kerja sistematis. Logikanya: 800 KPM dibagi 7 jam = rata-rata 114 orang per jam harus dilayani. Itu artinya panitia harus kerja pakai data dan sistem, bukan pakai "inget-ingetan" atau "titipan"
Proses Verifikasi:
Warga datang membawa undangan + KTP + KK. Petugas mencocokkan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kemensos. Kalau nama ada dan status masih aktif, tanda tangan, terima paket. Kalau nama tidak ada atau sudah "graduasi" mampu, mohon maaf, harus pulang dulu. Itu namanya tertib administrasi dan bentuk keadilan untuk KPM yang benar-benar berhak.
800 paket hari ini adalah bukti negara hadir. Tapi kehadiran negara hanya sempurna kalau data DTKS kita jujur dan mutakhir. Tugas kita bersama: Kawal data, coret yang sudah mampu, masukkan yang benar-benar membutuhkan. Karena 1 karung beras yang nyasar ke orang kaya = 1 perut warga miskin yang tetap kosong.
Mugiya penyaluran berjalan lancar dan berkah. Majalengka Langkung Sae, kalau bantuan tepat sasaran
*LKontributor: yaya S
Lokasi: Balai Desa Burujul Kulon, 9 Juni 2026, 08.00 WIB
Redaksi RNO.


