Gambar

Gambar

Iklan

`SYEKH ABDUL MUHYI : SANG WALINYA TATAR SUNDA YANG MENYALAKAN CAHAYA DI GUA SAFARWADI`

Redaksi one
Jumat, 17 Juli 2026
Last Updated 2026-07-17T15:08:34Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


Dok. Photo : juru kunci pamijahan 1991.

REAL NEWS ONE - Tasikmalaya.Di tengah antrean peziarah yang panjang menuju Pamijahan, satu nama selalu disebut dengan bisik haru : beliau `Syekh Abdul Muhyi`.  

1650 – 1730 M. Ulama besar, Waliyullah, dan peletak batu pertama peradaban Islam di Tatar Sunda.


Beliau bukan hanya sejarah. Beliau adalah `napas` yang masih menghidupi tanah Priangan sampai hari ini detik ini.

`Darah Bangsawan, Jiwa Sufi 

Lahir dari dua wangsa agung. Ayah: Sembah Lebe Wartakusumah, bangsawan Sunda keturunan Galuh-Pajajaran. Ibu: Raden Ajeng Tangan Ziah, keturunan Mataram jalur Sunan Giri. 


Dengan darah biru itu, beliau justru memilih `jubah zuhud`.  

Gelar "Haji Karang" melekat karena beliau bertahun-tahun `uzlah` dan `berkhalwat` di Gua Karang, mencari sang KHOLIQ jauh dari hiruk pikuk dunia waktu itu.


Beliau Merai Ilmu : Dari Aceh Hingga Haramain`

Perjalanan menuntut ilmunya adalah peta dakwah Nusantara :  

Di Aceh Dibaiat Tarekat Syathariyah oleh Syekh Abdurrauf as-Singkili

Mekkah dan Madinah Mendalami tasawuf di bawah asuhan Syekh Ibrahim al-Kurani 

Di Baghdad Berziarah dan menimba hikmah para aulia Alloh. 


Dari sanalah beliau kembali, membawa `cahaya` untuk Sunda. 

Pamijahan : Dari Gua Gelap Menjadi Cahaya Peradaban`

Atas petunjuk guru, beliau menemukan Gua Safarwadi di Pamijahan, Tasikmalaya bagian selatan.  


Di sanalah dakwah dimulai. Sunyi. Tanpa mimbar. Hanya dengan `laku, wirid, dan akhlak`.


Dari gua itu lahir permukiman. Dari permukiman lahir pesantren. Dari pesantren lahirlah Priangan Timur yang Islami.


Hari ini, makam beliau adalah salah satu `destinasi ziarah terbesar` di Jawa Barat. Hampir semua orang Jawa datang. Mencari barokah, mencari tenang.


Kesaksian pengalaman spritual penulis : 2 Tahun Di Dalam Gua` pernah merasakan sendiri dingin dan gelapnya Gua Safarwadi.  


Tahun 1991, selama `2 tahun` penulis khalwat di dalamnya. Tidak kenal siang malam. 


 _"Yang menghidupi saya saat itu hanya iman... dan kebaikan Ajengan Beben dari kampung sebelah Pamijahan. Beliau juru kunci Makam Syekh Khatib Muwahid. Tiap buka puasa, beliau antar makanan. Orang bijak. Orang baik. Sampai sekarang doa saya selalu menyebut namanya,"_ 


Itulah Islam Syekh Abdul Muhyi. `Islam yang menetes lewat kasih sayang`.

3 Warisan Untuk Kita`

1. `Ilmu harus dirihlahkan` → Jangan berhenti belajar

2. Dakwah paling kuat adalah teladan` → Dari gua, beliau mengubah satu tatar

3. `Wali itu pelayan umat`→ Warisan itu diteruskan juru kunci dan warga Pamijahan sampai sekarang. 


Pamijahan bukan wisata. Pamijahan adalah `sekolah jiwa`.

Kang : oby kresna

Redaksi RNO

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl