Gambar

Gambar

Iklan

BPD dan Pemdes Cikahuripan Gelar Musdes, Susun RKP Desa 2027 dan DURKP 2028 Berdasarkan Skala Prioritas

Redaksi
Rabu, 29 Juli 2026
Last Updated 2026-07-29T09:50:55Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


SUKABUMI, THE REAL NEWS ONE – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2027 dan Daftar Usulan RKP (DURKP) Desa Tahun 2028, Rabu (29/7/2026). Forum tersebut menjadi wadah penyusunan arah pembangunan desa yang mengedepankan transparansi, partisipasi masyarakat, dan penentuan skala prioritas di tengah keterbatasan anggaran Dana Desa.


Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Cikahuripan ini diikuti sekitar 75 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut Kasi PMD Kecamatan Cisolok Endang Sri Hartati, Ketua BPD Desa Cikahuripan H. Pendi, Kepala Desa Cikahuripan Heri Suryana, S.IP., pendamping desa, Bhabinkamtibmas, para kepala dusun, ketua RT/RW, lembaga desa, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda.


Aspirasi Warga Jadi Dasar Penentuan Prioritas


Ketua BPD Desa Cikahuripan, H. Pendi, menjelaskan bahwa Musdes merupakan forum untuk menampung seluruh aspirasi masyarakat sebelum ditetapkan menjadi program prioritas pembangunan.


Menurutnya, kondisi anggaran Dana Desa yang terbatas menjadi tantangan tersendiri. Namun demikian, seluruh usulan masyarakat tetap dihimpun dan akan dipilah berdasarkan tingkat urgensinya.


"Kami tetap menampung aspirasi masyarakat. Program yang dapat dibiayai Dana Desa akan menjadi prioritas, sedangkan usulan yang belum dapat terakomodasi akan kami ajukan ke pemerintah kabupaten agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan," ujarnya.


Pemdes Tekankan Transparansi Pengelolaan Anggaran


Sementara itu, Kepala Desa Cikahuripan Heri Suryana, S.IP., yang akrab disapa Jaro Midun, mengatakan Musdes juga menjadi sarana menyampaikan kondisi riil keuangan desa kepada masyarakat.


Ia menegaskan bahwa pemerintah desa ingin membangun pemahaman bersama mengenai keterbatasan anggaran yang diterima saat ini sehingga masyarakat dapat mengetahui dasar penetapan program pembangunan.


"Walaupun anggaran Dana Desa saat ini sangat terbatas, kami tetap melaksanakan Musdes untuk menampung aspirasi sekaligus menyampaikan kondisi anggaran secara terbuka kepada masyarakat agar mereka memahami bahwa situasi saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya," katanya.


Gotong Royong Diharapkan Tetap Menjadi Kekuatan Desa


Lebih lanjut, Heri Suryana berharap keterbatasan anggaran tidak mengurangi semangat pelayanan kepada masyarakat maupun partisipasi warga dalam pembangunan desa.


Menurutnya, budaya gotong royong dan swadaya masyarakat tetap menjadi modal utama untuk mendukung pembangunan di Desa Cikahuripan.


"Kami tidak akan menyerah karena keterbatasan anggaran. Pemerintah desa akan tetap memberikan pelayanan terbaik. Kami juga berharap semangat gotong royong dan swadaya masyarakat semakin meningkat agar pembangunan desa dapat terus berjalan," pungkasnya.


Melalui Musyawarah Desa ini, Pemerintah Desa dan BPD Cikahuripan berharap seluruh program pembangunan tahun 2027 serta usulan pembangunan tahun 2028 dapat disusun secara partisipatif, transparan, dan sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga pembangunan desa tetap berjalan efektif meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.


Reporter: Menks

Editor: Agung

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl