Gambar

Gambar

Iklan

Diskominfo Majalengka Gencarkan Literasi Digital Saat MPLS, Siswa Diedukasi Cegah Cyberbullying hingga Judi Online

Redaksi
Selasa, 21 Juli 2026
Last Updated 2026-07-21T13:07:35Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


MAJALENGKA, THE REAL NEWS ONE – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Majalengka menggencarkan sosialisasi literasi digital dan etika bermedia sosial ke sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Majalengka.


Program tersebut memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk membekali siswa baru agar lebih cerdas, kritis, bijak, dan aman dalam memanfaatkan teknologi digital.


Salah satu kegiatan sosialisasi digelar di SMAN 1 Leuwimunding, Senin (20/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Diskominfo Kabupaten Majalengka Irwan, didampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Hj. Kusmiati.


Kepala Diskominfo Kabupaten Majalengka Irwan menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memanfaatkan momentum awal tahun ajaran baru untuk memperkuat karakter serta fondasi digital generasi muda di Kabupaten Majalengka.


Sementara itu, Kabid IKP Diskominfo Majalengka Hj. Kusmiati menjelaskan bahwa materi sosialisasi mencakup sejumlah persoalan yang marak terjadi di ruang digital.


Materi tersebut antara lain etika berkomunikasi, budaya literasi digital, ancaman perundungan siber atau cyberbullying, bahaya hoaks, hingga risiko judi online.


"Di era digital saat ini, siswa harus paham betul apa itu hoaks. Karena itu, kami terus mengedukasi mereka agar mampu menyaring informasi dan memverifikasi kebenaran berita sebelum membagikannya," tegas Kusmiati.


Ia menjelaskan, media sosial memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan masyarakat. Namun, penggunaan tanpa pemahaman yang cukup juga dapat menimbulkan dampak negatif.


"Media sosial mampu menghapus jarak dan efektif dalam mempersingkat waktu berkomunikasi. Dampak positifnya sangat tinggi, namun tidak menutup kemungkinan juga menyimpan potensi dampak negatif yang besar jika tidak diimbangi pemahaman yang cukup," jelasnya.


Sekolah Apresiasi Edukasi Literasi Digital


Langkah Diskominfo Majalengka tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Salah seorang guru SMAN 1 Leuwimunding, Iyan Kusnadi, menilai edukasi mengenai etika bermedia sosial dan ancaman kejahatan siber sangat relevan dengan kebutuhan pelajar saat ini.


"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kehadiran tim Diskominfo Majalengka dalam kegiatan MPLS ini. Edukasi terkait etika media sosial, bahaya cyberbullying, dan pencegahan judi online sangat penting diberikan sejak dini. Ini membantu sekolah dalam membentuk karakter siswa yang bijak memanfaatkan gawai untuk hal-hal produktif," ujarnya.


Antusiasme juga ditunjukkan para peserta MPLS. Salah seorang siswa baru SMAN 1 Leuwimunding, Zahra Nadia, mengaku memperoleh wawasan baru dari materi yang disampaikan.


"Materi yang disampaikan sangat seru dan membuka wawasan. Sekarang kami jadi lebih paham cara membedakan berita asli dan hoaks, serta menyadari pentingnya menjaga etika saat berkomentar di media sosial agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain," tuturnya.


Melalui program edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan ke sekolah-sekolah, Diskominfo Kabupaten Majalengka berharap dapat membentuk generasi muda yang cerdas secara digital, kritis dalam menerima informasi, serta mampu melindungi diri dari berbagai ancaman di dunia maya.


Literasi digital dinilai tidak lagi sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga menyangkut kemampuan berpikir kritis, menjaga etika, serta bertanggung jawab atas setiap informasi dan aktivitas di ruang digital.


Sumber: Press Release Diskominfo

Editor: Agung

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl