Gambar

Gambar

Iklan

BARU 30 HARI MENJABAT, KEPALA BGN MUNDUR DAN MENYINGGUNG "TRAUMA PEGANG UANG". ADA APA?`

Redaksi one
Rabu, 22 Juli 2026
Last Updated 2026-07-22T08:29:11Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini

 



Real News One- Jakarta,Pengunduran diri di tengah bayang-bayang korupsi MBG memaksa publik bertanya : apakah kursi di BGN memang sudah tidak aman ?. 

Baru sebulan dilantik, Kepala Badan Gizi Nasional `Nanik Sudaryati Deyang` memilih mundur.  

Pengumuman itu disampaikan sendiri oleh Nanik melalui akun Facebook pribadinya, Selasa `22 Juli 2026`. Alasan yang diajukan: kondisi kesehatan menurun dan butuh pengobatan di luar negeri. 


Hingga di sini, publik masih bisa memahami.  

Tapi satu kalimat dalam unggahannya yang membuat semua orang berhenti sejenak:


"Yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut."Satu kalimat. Tapi tamparannya keras.


PERTANYAAN PERTAMA: TRAUMA DARI MANA ?


Nanik menggantikan `Dadan Hindayana` yang dicopot dan kini berstatus tersangka dalam dugaan korupsi Program `Makan Bergizi Gratis - MBG`.  

Jika seorang pejabat baru saja duduk 30 hari lalu sudah bicara "trauma pegang uang", maka wajar jika publik bertanya:  

`Apa yang sebenarnya ia lihat ? Apa yang sebenarnya ia rasakan di dalam?`


PERTANYAAN KEDUA: INI MUNDUR ATAU DIAMANKAN ? 


Menariknya, Nanik menyebut sudah mendapat izin mundur dari `Presiden Prabowo`. Namun Presiden justru memintanya tetap mengawasi BGN dan berencana menempatkannya sebagai `Ketua Dewan Pengawas`.  

Jadi pertanyaannya: ini bentuk perlindungan, atau bentuk pengalihan agar tetap "di dalam pagar"?


PERTANYAAN KETIGA : BAGAIMANA NASIB MBG ? 


Proyek MBG adalah program negara. Uangnya uang rakyat.Jika orang nomor satu di lembaganya mundur dengan alasan "trauma pegang uang", lalu siapa yang berani menjamin uang itu aman di tangan orang berikutnya?


Catatan Redaksi RNO media penjaga nalar kritis. tidak menuduh ke arah itu. Kami hanya mencatat dan bertanya.  


Karena di negara hukum, pengunduran diri seorang pejabat tinggi 30 hari setelah pelantikan bukan peristiwa biasa. Itu sinyal.


Jika memang tidak ada apa-apa, maka pemerintah wajib menjelaskan seterang-terangnya.  


Jika memang ada tekanan "dari udara bawah", maka rakyat berhak tahu siapa yang menekan. 


Karena jabatan publik bukan tempat untuk "trauma". Jabatan publik adalah tempat untuk tanggung jawab.

Publik kini menunggu. Bukan drama. Tapi penjelasan resmi.

Redaksi RNO

Editor Tim Redaksi. 



iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl