Bandung REAL NEWS ONE -Panggung FLS2N 2026 di SMAN 2 Lembang, Sabtu (25/7/2026), menjadi saksi bisu bagaimana seni bisa menjadi cermin sekaligus tamparan.
Melalui Klub Teater Majalengka, siswa SMAN 1 Kasokandel, Kania Kalingga, mempersembahkan monolog berjudul "AIRIN" karya Ocky Sandi.
"Airin" mengisahkan seorang anak disabilitas bisu dan tuli. Di mata masyarakat desanya, ia sering dianggap "beban sosial". Namun ironisnya, justru dialah yang paling gigih memperjuangkan air bersih untuk warganya. Tanpa suara, ia berteriak. Tanpa didengar, ia terus berjuang.
Penampilan Kania berhasil membuat penonton hening, merinding, hingga meneteskan air mata. Bukan karena aktingnya saja, tapi karena kisah itu terasa nyata.
INI SENI, INI JUGA FAKTA :
Di tengah gencarnya program "Majalengka Langkung Sae", masih ada saudara kita yang harus berjalan jauh demi setetes air bersih. Masih ada penyandang disabilitas yang harus berjuang sendiri karena dianggap remeh.
Pertunjukan ini seharusnya menjadi bahan renungan bersama, khususnya bagi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Sosial, serta seluruh pemangku kebijakan di Kabupaten Majalengka.
Jika seorang anak bisu saja mampu bersuara melalui tindakan untuk memperjuangkan hak dasar warganya, maka tidak ada alasan bagi kita yang memiliki kewenangan, anggaran, dan suara, untuk tetap "tuli" terhadap persoalan ini.
Air adalah hak. Disabilitas bukanlah beban. Mereka adalah bagian dari kita yang harus dilindungi, didengar, dan diperjuangkan haknya.
Kepala Sekolah SMAN 1 Kasokandel dan pembina Klub Teater menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kania Kalingga yang telah berani mengangkat isu sosial melalui seni. Diharapkan, prestasi ini diikuti dengan perhatian nyata dari pemerintah agar tidak ada lagi "Airin-Airin" lain yang harus berjuang sendirian.
REDAKSI RNO
Kang : oby kresna
Editor : Tim Redaksi RNO


