Kepastian Hukum Katanya Tegas. Keadilan Katanya Ekologis. Kemanfaatan Katanya Perut Rakyat. Faktanya : Sungai Rusak, Warga Miskin, Cukong ..???
REAL NEWS ONE - Majalengka, Kang Iing Misbahuddin bicara soal keseimbangan. Bawa-bawa Gustav Radbruch. Tiga pilar : Kepastian Hukum, Keadilan, Kemanfaatan.
"Indah di kertas. Pedih di lapangan.' Sabtu 9/5/2026, Ketua Komisi III DPRD Majalengka Fraksi PKS itu bilang polemik Galian C bukan "tutup atau lanjut". Tapi "cari titik tengah".
Rakyat palabuan, cikesik , sukahaji nanya : Titik tengahnya di mana Kang ? Di tengah sungai yang udah jadi kubangan ? Di tengah sawah yang udah jadi tebing?
Soal Kepastian Hukum: Katanya Tegas, Tapi...
Kalau "tambang liar harus ditindak tegas", kenapa excavator masih nyala di ... , ..., ... 24 jam Kang ? Satpol PP, ESDM, Polisi tidur ? Berapa IUP Galian C yang resmi di Majalengka hari ini ? Berapa yang ilegal ? Data Dinas ESDM Jabar cocok nggak sama fakta di gunung ?
"Negara tidak boleh biarkan ilegal". Betul Kang. Tapi negara mana ? Soalnya yang kami lihat, yang ilegal malah dikawal. Yang legal malah dipalak.
Kapan terakhir Komisi III sidak mendadak tengah malam ke lokasi tambang ? Atau nunggunya cuma undangan rapat ? Tegas itu artinya tangkap, sita alat, penjarakan cukong. Udah ada berapa cukong masuk bui tahun ini Kang ? Sebut nama jumlah nya dong.. Soal Keadilan: Katanya Ekologis, Tapi.... "Lingkungan hidup adalah hak asasi". Setuju Kang. Tapi hak asasi warga korban banjir bandang sukahaji palabuan cibentar juga palasah, korban longsor Malausma, korban debu Maja, dibayar pakai apa ? "Kerusakan alam ketidakadilan bagi generasi mendatang". Betul. Lalu keadilan buat generasi sekarang yang sawahnya hilang, ikannya mati, air sumurnya coklat, di mana Kang Dewan ?
Sungai Cijurey, Cilutung, Cisanggarung sekarang kayak bubur. Itu adil buat ikan ? Adil buat petani ? Atau adilnya cuma buat pengusaha?
Keadilan ekologis prioritas. Siap Kang dewan . Lalu kenapa Amdal banyak yang tembak ? Kenapa reklamasi cuma di atas kertas?
Anak cucu kita nanti nanya: "Bapak dulu ke mana pas gunung dikeruk ?". Jawabnya: "Bapak lagi rapat bahas Radbruch" ?.
Soal Kemanfaatan: Katanya Perut Rakyat, Tapi.. "Penutupan tanpa solusi lahirkan masalah sosial". Betul Kang dewan yang terhormat . Tapi pembiaran tambang liar lahirkan 1000 masalah: jalan hancur, jembatan ambrol, pajak nol. Manfaatnya buat siapa?
"Skema ekonomi agar perut terisi". Perut siapa Kang dewan perwakilan rakyat majalengka ? Perut sopir truk yang upahnya harian ? Atau perut cukong yang rumahnya 3 tingkat di luar Majalengka?
Legalisasi tambang rakyat ramah lingkungan. Konsep bagus Kang dewan penulis acaungkan jempol hade pisan. Pertanyaan: Sejak Kang Iing jadi dewan, udah berapa tambang rakyat yang dilegalkan ? Atau baru wacana?
Edukasi masif ke pelaku tambang. Siapa yang ngajar Kang dewan ? Dinas ? LSM ? Atau sopir beko yang ngajarin cara keruk cepet ?
"Pemulihan ekosistem wajib simultan". Wajib bagi siapa Kang dewan ? Soalnya yang kami lihat, ngeruknya simultan, nanemnya nggak pernah. Jaminan reklamasi cair nggak?
Kang dewan Iing udah bawa Radbruch. Rakyat Majalengka cuma bawa cangkul. Beda kelas.
Tapi inget Kang Dewan . Radbruch juga bilang: "Hukum yang paling buruk adalah hukum yang tidak adil."
Hari ini hukum Galian C Majalengka adil untuk siapa ?
Kalau masih adil buat pengusaha, nggak adil buat alam, nggak adil buat rakyat, berarti tiga pilar itu roboh kang dewan Iing.
Kami tunggu Kang dewan Iing bukan di podium. Tapi di lokasi. Bawa Komisi III. Bawa Satpol PP. Bawa ESDM. Tutup yang ilegal malam ini juga.
Kalau cuma rapat, Siliwangi juga bisa rapat di alam kubur. Majalengka butuh aksi. Bukan kutipan. Untuk Majalengka langkung sae.
Redaksi RNO
Kang : O_K


