MAJALENGKA, THE REAL NEWS ONE— Di tengah hangatnya suasana Safari Ramadhan, sebuah kabar politik berembus dengan nada optimisme.
Ujang Bey, S.I.P., M.I.P., anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Nasional Demokrat, menyambut hangat bergabungnya Ade Rahmat ke partai besutan Surya Paloh tersebut.
Bagi Ujang Bey, kehadiran Ade Rahmat bukan sekadar perpindahan kader, melainkan suntikan energi baru bagi struktur dan konsolidasi partai di Kabupaten Majalengka.
“Ada penguatan struktur partai NasDem di Majalengka. Harapan saya, dengan masuknya Pak Ade Rahmat, konstelasi politik bisa lebih kuat. Kita tahu hari ini belum ada kursi NasDem di DPRD Majalengka. Mudah-mudahan beliau bisa menjadi kekuatan baru dan terpilih sebagai anggota DPRD,” ujarnya penuh keyakinan.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumedang–Majalengka–Subang, Ujang Bey melihat momentum ini sebagai titik balik.
Bukan hanya tentang menambah barisan, tetapi tentang merawat harapan yang lama tertunda.
Ia menegaskan pentingnya menyamakan persepsi, membangun konsolidasi hingga ke akar rumput, serta menghindari benturan sesama kader.
“Semua kader harus menyambut baik. Kita satukan langkah, kuatkan barisan, jangan ada friksi di dalam tubuh partai. Politik itu tentang kebersamaan dan cita-cita bersama,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan usai kegiatan Safari Ramadhan bersama Wakil Ketua Umum Saan Mustopa di Pondok Pesantren Bustanun Nasyi'in, Desa Buahkapas, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Minggu (22/2/2026).
Di bawah langit Ramadhan yang syahdu, pertemuan itu terasa bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi ruang silaturahmi politik yang sarat makna, menguatkan struktur, meneguhkan perubahan, dan merawat cita-cita menghadirkan representasi NasDem di parlemen daerah.
Senada dengan Ujang Bey, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Majalengka, Wawan Darmawan, S.Pd, menyampaikan sambutan hangat atas bergabungnya Ade Rahmat ke dalam keluarga besar Partai NasDem.
“Selamat datang dan selamat bergabung di Partai NasDem. Kami merasa senang dan happy atas masuknya Kang Ade Rahmat. Ini tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami di DPD NasDem Majalengka,” ujar Wawan.
Ia berharap, langkah politik Ade Rahmat tidak berjalan sendiri. Wawan membuka ruang selebar-lebarnya bagi basis dan simpatisan Ade yang memiliki frekuensi perjuangan yang sama untuk ikut bergabung dan memperkuat barisan.
“Kami berharap bukan hanya Kang Ade saja yang masuk, tetapi juga basis perjuangannya yang sefrekuensi, yang punya semangat perubahan dan visi yang sama, bisa bersama-sama membesarkan NasDem di Majalengka,” tambahnya.
Terkait peran politik ke depan, Wawan menegaskan bahwa DPD akan melihat potensi dan kebutuhan strategis partai. Baik dalam konteks penguatan struktur organisasi maupun kemungkinan dipersiapkan dalam kontestasi pencalegan, semuanya akan dibicarakan secara matang.
"Apakah nanti Kang Ade akan diproyeksikan untuk pencalegan atau penguatan struktur partai, tentu itu bagian dari dinamika dan strategi bersama. Yang jelas, kami melihat beliau sebagai aset yang potensial,” tegasnya.
Wawan juga mengakui bahwa pertemuan langsung dengan Ade Rahmat baru pertama kali dilakukan. Namun, sebagai politisi yang lama berkecimpung di lapangan, ia mengaku sudah lama memperhatikan sepak terjang dan konsistensi Ade Rahmat dalam dunia politik.
"Secara pribadi, memang pertemuan langsung baru kali ini. Tetapi sebagai politisi lapangan, saya sudah cukup lama mengamati perjalanan dan kiprah Kang Ade. Ia punya militansi dan kedekatan dengan masyarakat yang tidak bisa dipandang sebelah mata.” jelasnya.
Bagi Wawan, bergabungnya Ade Rahmat menjadi sinyal bahwa NasDem tetap menjadi rumah perjuangan bagi siapa pun yang ingin bergerak dengan gagasan, keberanian, dan komitmen perubahan.
Diketahui, Ade Rahmat sebelumnya merupakan salah satu pengurus DPC Partai Amanat Nasional sejak 2020.
Kini, langkah politiknya berlabuh di NasDem. Perpindahan ini dinilai sebagai babak baru, bukan hanya bagi perjalanan pribadi Ade Rahmat, tetapi juga bagi peta politik Majalengka yang terus bergerak.
Di tengah dinamika yang tak pernah sunyi, harapan itu kembali dinyalakan, bahwa dari konsolidasi yang rapi dan semangat kebersamaan, lahir kekuatan baru yang mampu berbicara di kursi DPRD Majalengka.
Sebuah ikhtiar politik yang tidak hanya tentang menang, tetapi tentang menghadirkan makna dan keberpihakan.***


