Dok. Photo RNO Dewan R. Dasim Pamungkas
REAL NEWS ONE- Majalengka ' Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, Dewan Dasim Pamungkas, melontarkan kritik tajam terhadap proses pemilihan Direktur dan jajaran pejabat BPR Bank Majalengka. Ia menyebut DPRD tidak dilibatkan sama sekali dalam proses tersebut.
Pernyataan itu disampaikan di tengah sorotan publik terhadap tata kelola BUMD, khususnya lembaga keuangan milik pemerintah daerah yang modalnya berasal dari penyertaan modal APBD.
"BPR Milik Pemerintah, Modalnya Uang Rakyat"
Menurut Dewan Dasim, BPR Bank Majalengka adalah aset daerah. Artinya, setiap kebijakan strategis termasuk penunjukan direksi harus mendapat pengawasan dan keterlibatan DPRD sebagai wakil rakyat.
"Seharusnya DPRD dilibatkan dalam pemilihan Direktur BPR dan pejabat-pejabat lainnya. Karena kami adalah wakil masyarakat Majalengka. BPR itu bank milik pemerintah Majalengka, modalnya dari duit rakyat Majalengka," tegas Dewan Dasim kepada awak media, Senin (21/4/2026).
Ia khawatir jika proses seleksi hanya didasarkan pada `kedekatan` bukan pada `kualitas dan kompetensi`.
"DPRD teu di libatkeun sarua ae teu ngaku aya Rakyat Majalengka. Padahal anggaran nu dipake ti rakyat,"_ ujarnya dalam bahasa Sunda yang lugas.
Proses seleksi harus terbuka, berbasis meritokrasi, dan bisa dipertanggungjawabkan di depan publik.
`Keterlibatan DPRD`
Sebagai lembaga anggaran dan pengawas, DPRD wajib dilibatkan agar tidak terjadi kebijakan sepihak.
Akuntabilitas Uang Rakyat`
Setiap rupiah penyertaan modal ke BPR adalah uang rakyat. Maka penunjukan direksi tidak boleh abai terhadap aspek integritas dan profesionalitas.
Langkah Dewan Dasim ini mendapat apresiasi luas. Di saat banyak isu BUMD rawan politisasi, keberanian seorang legislator untuk bersuara menjadi `tamparan moral` sekaligus `pengingat` bahwa fungsi kontrol DPRD tidak boleh dimatikan.
"Harusnya DPRD selalu dilibatkan untuk hal-hal yang menyangkut anggaran dari rakyat Majalengka," pungkasnya.
Jurnalis Real news one berharap, pernyataan ini menjadi awal pembenahan tata kelola BPR Bank Majalengka. Agar bank plat merah itu benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir orang.
Oleh : kang oby kresna
Redaksi RNO
Media Penjaga Nalar Kritis`


