Gambar

Gambar

Iklan

Bupati Majalengka Minta Menu MBG Diseragamkan dan Tegaskan Pengelola SPPG Jangan Hanya Kejar Untung

Redaksi
Senin, 13 Juli 2026
Last Updated 2026-07-13T12:19:44Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


MAJALENGKA, THE REAL NEWS ONE

Bupati Majalengka, Eman Suherman menegaskan pentingnya tanggung jawab moral bagi para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjalankan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Setelah melakukan evaluasi pasca-libur selama tiga minggu, Bupati meminta agar menu makanan diseragamkan demi mempermudah pengawasan dan menjaga kualitas.


​Bupati menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan langsung dan dialog dengan anak-anak sekolah, respons terhadap program MBG sangat positif. Anak-anak mengaku senang dan berharap program ini terus dilanjutkan. Namun, Bupati memberikan catatan kritis kepada para pengelola atau mitra pemerintah yang menyediakan makanan tersebut.


​Untuk meningkatkan efisiensi pengawasan dan memacu kompetisi kualitas antarpengelola, Bupati mengusulkan agar menu makanan MBG di Majalengka diseragamkan dalam periode tertentu.


​"Saya sudah memberikan masukan agar menu makanan MBG ini di Majalengka coba diseragamkan. Satu minggu ini apa, minggu depan apa. Biar kita mudah memonitor dan mereka berkompetisi dalam hal kualitas," ujar Bupati saat meresmikan Banpres Sekolah SMPN 1 Leuwimunding, Senin (13/7/2026).


​Menurutnya, jika menu dibiarkan bervariasi secara bebas, hal itu berpotensi menjadi celah bagi pengelola untuk menyembunyikan kualitas yang rendah. Dengan menu yang seragam, pihak pengawas maupun masyarakat tinggal membandingkan hasil makanan antara satu sekolah dengan sekolah lainnya.


​Teguran Keras: Jangan Potong Jatah Anak-Anak!


​Bupati Eman juga memberikan peringatan keras kepada pengelola SPPG agar tidak berorientasi semata-mata pada keuntungan (profit oriented). Ia mengingatkan bahwa seluruh biaya operasional—mulai dari sewa tempat hingga kendaraan—sudah diakomodasi dan diatur dalam regulasi yang ada.


​"Jangan hanya mengejar keuntungan, karena keuntungan itu sudah dikasih berdasarkan aturan yang ada untuk sewa mobil, sewa tempat. Artinya kita enggak usah lagi berorientasi mengejar keuntungan di pengolahan makanannya, tetapi harus ada rasa memiliki dan rasa bangga menjadi mitra pemerintah," tegasnya.


​Bupati mengimbau agar para mitra meniatkan tugas ini dengan ikhlas demi kebaikan anak-anak. Beliau sangat mengkhawatirkan adanya oknum pengelola yang memotong anggaran atau jatah makanan demi meraup keuntungan lebih besar.


​"Bayangkan, anak-anak itu kan orang yang belum punya dosa. Kalau jatahnya dipotong oleh mitra yang tidak punya hati dan keikhlasan, kasihan. Harus punya rasa takut itu. Kalau ini dibangun secara ikhlas dan punya tanggung jawab, bayangkan kebahagiaan yang muncul bisa memberi makan ribuan anak tiap hari," tambahnya.


​Menutup keterangannya, Bupati Majalengka memastikan pihak pemerintah daerah akan terus mempercepat penyaluran serta memperketat pemantauan di lapangan. Tim pengawas akan terus memonitor setiap sekolah secara berkala demi memastikan kualitas makanan yang diterima anak-anak tetap terjaga sesuai standar gizi yang ditetapkan.


Pihak sekolah di Majalengka menyambut positif usulan Bupati untuk menyeragamkan menu harian program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai akan mempermudah pihak sekolah selaku penerima manfaat dalam memastikan kualitas dan porsi makanan yang disajikan kepada siswa.


​"Jika menu diseragamkan setiap minggunya, proses pengecekan kualitas gizi, kebersihan, dan cita rasa akan menjadi jauh lebih terukur. Guru dan komite sekolah dapat dengan mudah mencocokkan apakah makanan yang dikirimkan oleh pengelola SPPG sudah sesuai dengan standar yang disepakati secara daerah atau belum," ungkap Guru di Leuwimunding.


Sumber: PRESS RELEASE DISKOMINFO

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl