REAL NEWS ONE - Jawa Barat`atau `Tatar Sunda ? Pertanyaan itu hari ini bukan lagi soal papan nama di kantor gubernur. Ini soal `memanggil pulang identitas yang sempat tertidur ribuan tahun.
Tim pengkaji usulan pergantian nama provinsi baru saja melempar `bom budaya. Mereka bilang perubahan jadi `Tatar Sunda` bukan hanya administrasi. Ini adalah `upaya menghidupkan kembali` ruh peradaban Sunda.
Ketika Sejarah Berbisik : Kita Bukan Baru Kemarin`Guru Besar Universitas Padjadjaran, `Prof. Ganjar Kurnia`, membuka laci sejarah. Dan yang keluar bukan sekadar dokumen. Yang keluar adalah `gema kerajaan.
Istilah `Tatar Sunda` punya akar yang panjangnya minta ampun. Dalam catatan dunia, wilayah ini pernah disebut `Sunda Archipelago.
Dari `Banten, Jakarta, Priangan, Cirebon, sampai Cipamali` di perbatasan Jawa Tengah.
Dulu, sebelum ada provinsi, kabupaten, KTP , tanah ini sudah punya satu nama: TATAR SUNDA.
Jawa Barat adalah nama pembagian administratif dari Jakarta. Dingin. Teknis.
Tatar Sunda adalah nama yang diwariskan oleh nenek moyang, naskah kuno, dan tanah. Hangat. Berjiwa.
Bayangkan. Ribuan tahun lalu, pelaut dari Eropa sudah menulis `Sunda` di peta dunia. Pedagang dari Cina, Arab, India sudah berlabuh di pelabuhan Sunda.
Sekarang giliran kita yang menyebut nama kita sendiri dengan bangga. Bukan Soal Ktp, Tapi Soal Jati Diri pasti ada yang nanya: Ribet gak ganti KTP ? Ribet gak ganti stempel ?`
Prof. Ganjar sudah jawab. Dulu Ujung Pandang` bisa jadi `Makassar.
Dulu `Irian Jaya` bisa jadi `Papua`. Mekanisme ada. Birokrasi bisa.
Tapi pertanyaannya bukan di situ. Pertanyaannya `Mau gak kita punya nama yang bikin anak cucu kita dada nya busung ketika ditanya "asal kamu dari mana?.
Saya dari Tatar Sunda. Dengar itu. Ada `marwah`. Ada `sejarah`. Ada kebanggaan 1000 tahun.
Ganti nama bukan jaminan langsung sejahtera.Itu jujur.
Tapi ganti nama bisa jadi pemicu. Pemicu untuk bangga, untuk `kerja`, untuk menjaga budaya agar tidak punah.
Jika Tatar Sunda Lahir Kembali. Bayangkan 10 tahun dari sekarang Anak SD` hafal `Pantun Sunda` bukan karena tugas, tapi karena bangga.
Produk UMKM` labelnya Made in Tatar Sunda` bukan sekadar `Made in Jabar. Wisatawan dunia` datang bukan cuma ke Bandung, tapi `berziarah ke tanah Tatar`.
Nama adalah doa`. Nama adalah semangat. Saat kita berani kembali ke Tatar Sunda`, kita sedang bilang ke dunia. Kami bukan provinsi nomor 3. Kami adalah peradaban yang masih hidup.`
Jadi, Jawa Barat` atau `Tatar Sunda`?Jawa Barat` mengingatkan kita pada `pembagian wilayah. Tatar Sunda` mengingatkan kita pada Kidung, Karuhun, dan Kejayaan`.
Ini bukan soal menghapus. Ini soal menambah kehormatan . Ini bukan soal politik. Ini soal `pulang.
Jika suatu hari nanti di KTP kita tertulis `Provinsi Tatar Sunda maka ingatlah itu bukan kertas baru.
Itu adalah `pengakuan negara` bahwa Sunda sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Wilujeng Sumping, Tatar Sunda. Urang hudang deui.
Reaksi RNO.


