Gambar

Gambar

Iklan

Langkah Berani Ade Rahmat: Menutup Lembaran PAN, Membuka Asa di NasDem

REDAKSIONE
Sabtu, 21 Februari 2026
Last Updated 2026-02-22T09:17:38Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


MAJALENGKA, THE REAL NEWS ONE— Politik bukan sekadar kendaraan kekuasaan, melainkan ruang belajar tentang kesetiaan, keberanian, dan arah masa depan.


Di simpang jalan itulah, Ade Rahmat—salah satu pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) DPC Cingambul—memilih langkah sunyi namun tegas: mundur dari partai yang sejak 2020 telah membesarkan namanya.


Keputusan itu bukan lahir dari amarah, melainkan dari perenungan panjang. Enam tahun berproses dalam dinamika PAN telah memberinya pelajaran politik yang tak ternilai—tentang loyalitas kader, tentang kerja-kerja akar rumput, dan tentang bagaimana gagasan diuji di medan realitas.


“Terima kasih atas segala pembelajaran politik di PAN. Setidaknya politik itu menjadi modal berharga bagi saya untuk melangkah di partai baru,” ujarnya dengan nada penuh syukur.


Kini, Ade Rahmat melabuhkan hatinya pada partai besutan Surya Paloh, yakni Partai Nasional Demokrat (NasDem).


Sebuah pelabuhan baru yang ia yakini akan memberi warna, nutrisi, dan energi segar bagi perjalanan politiknya.


Baginya, bergabung dengan NasDem bukan sekadar perpindahan atribut, melainkan transformasi visi.


Ia melihat ruang perjuangan yang lebih luas untuk menghadirkan determinasi baru, terutama dalam menyongsong kontestasi 2029 mendatang.


“Alhamdulillah, kesempatan ini menjadi penghargaan luar biasa bagi diri saya. Pengurus DPD NasDem Majalengka sangat apresiatif dan memberi ruang aspirasi yang besar,” ungkapnya.


Langkah ini, menurut Ade Rahmat, adalah awal dari babak baru. Sebuah titik tolak untuk merumuskan kiprah politik yang lebih matang, lebih terarah, dan lebih berdampak bagi masyarakat.


Ia menyadari bahwa politik adalah proses panjang—bukan tentang cepat sampai, melainkan tentang tepat arah.


Di tengah lanskap politik lokal yang terus bergerak, keputusan Ade Rahmat menjadi isyarat bahwa dinamika partai adalah keniscayaan.


Ada yang memilih bertahan, ada pula yang memilih menyeberang demi cita-cita yang diyakini lebih selaras dengan nuraninya.


Bagi Ade Rahmat, ini bukan tentang meninggalkan masa lalu, melainkan tentang menumbuhkan masa depan.


Dan di samudra politik yang luas, ia telah memilih layar baru untuk dikembangkan—menuju 2029 dengan semangat yang diperbarui dan tekad yang diteguhkan.***


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl