Dok. Photo grumala mang naro
REAL.NEWS ONE - Majalengka Diguncang Lagi : Raksasa Purba Bangkit Dari Kubur, Ngasih Kode Buat Anak Cucu Dan Menantang Para Ahli Arkeologi Dunia.
Lupakan sejenak soal bansos. Lupakan sejenak soal politik. Karena tanah Majalengka baru saja "bicara". Dan suaranya bikin bulu kuduk berdiri. Bukan gempa. Bukan petir. Tapi GIGI. Gigi sebesar galon. Gigi milik raksasa yang matinya 1,5 juta tahun lalu. Namanya STEGODON.
Gajah purba. Nenek moyangnya gajah modern tapi bukan bukan turunan Gajah Mungkur Dan dia baru saja "nongol" lagi dari perut bumi kota Angin.
Kenapa Ini Bukan Berita Biasa? Karena Ini "Surat Cinta Dari Zaman Es". Fosil itu nggak cuma tulang, Fosil itu pesan. Fosil itu alarm. Fosil itu KTP-nya tanah sindangkasih. Bayangin... 1,5 juta tahun lalu, di tempat kamu berdiri sekarang, ada gajah setinggi rumah lagi minum di sungai purba. Kemungkinan Ada badak raksasa. Ada hutan yang belum kenal nama "manusia". Lalu mereka mati. Terkbur. Tidur. Dan sekarang, satu-satu mereka bangun. Nanya ke kita: "Hei anak cucu, tanah kalian ini tanah apa sebenarnya ?" Stegodon ini bukan ditemukan. Dia MEMUTUSKAN untuk ditemukan. Sekarang.
Pertanyaannya: Kenapa sekarang ? Kode apa yang mau dia kasih ?Alloh swt akan memperlihatkan tanda tanda kebesaran nya pada mahlukNYA.
Majalengka Itu "JurassicARK" Versi Sunda. Catat baik-baik. Ini fakta yang bikin nendang Pertama, Majalengka itu salah satu "kuburan raksasa" terbesar di Jawa Barat. Sudah puluhan fosil Stegodon, Elephas, sampai huntu Hiu purba nongol dari kota angin. Kedua, artinya: Dulu Majalengka itu Surga. Subur. Banyak air. Banyak makanan. Sampai gajah seberat 10 ton betah hidup di sini. Ketiga, artinya lagi Kalau 1,5 juta tahun lalu bisa se-subur itu... kenapa sekarang banyak sawah kering banyak galian pasir ? Banyak sungai kotor ? Fosil Stegodon ini nampar kita halus: "Leluhurmu aku kasih tanah surga. Kamu apain tanah itu sekarang ?"
ini Bukan Soal Tulang. Ini Soal Harga Diri. Orang Luar Negeri Bayar Jutaan dolar buat lihat fosil di museum. Kita ? Fosilnya nongol di kebon belakang rumah. Tapi kita malah sibuk ribut bansos Rp300 ribu. Sibuk rebutan proyek. Sibuk gontok-gontokan. Padahal kita lagi duduk di atas "emas purba". Emas yang nilainya bukan rupiah. Tapi Identitas. Coba pikir ... Anak Majalengka ditanya orang Jakarta: "Daerahmu ada apa?" Jawabnya apa? "Ada pabrik"? "Ada tol" ? Kalah keren sama "Daerah gue bekas rumah gajah purba 1,5 juta tahun. Mau bukti ? Nih giginya." Itu namanya Marwah. Dan Stegodon ini lagi ngingetin kita buat ambil lagi marwah itu.
Jangan Cuma Dipoto, Bangun "Museum Raksasa.Jurnalis RNO nantang Bupati, Disparbud, sama semua anggota dewan Pertama, STOP jadikan fosil cuma bahan berita seremonial. Dipoto. Diucapin "wow". Udah. Besok lupa. Malu sama Stegodon-nya, Pak, emak . Kedua, Bangun "Museum Purba Majalengka" Sekarang ada tapi masih mini yang di sebut bumi alit mang naro grumala. Nggak usah megah. Yang penting ada. Biar anak sd se majalengka bisa belajar sambil megang gigi gajah asli. Biar wisatawan bayar buat lihat. Biar UMKM jalan. Biar anak muda bangga. Ketiga, BIKIN MAP "JALUR PURBA".
Dari Cigasong sampai Cikebo. Tandain titik-titik penemuan fosil. Bikin paket wisata edukasi: "Napakin Jejak Raksasa 1,5 Juta Tahun". Dijamin, yang bosen ke Bali, bakal lari ke Majalengka. Kalau Sangiran di Sragen bisa mendunia, kenapa Majalengka nggak? Apa kita kurang gajah? Nggak. Kita cuma kurang Nekad.
Bisikan Dari Bawah Tanah. Stegodon ini muncul bukan kebetulan. Dia muncul pas Majalengka lagi banyak masalah. Lagi banyak yang lupa diri. Seolah dia bilang: "Hei. Kalian itu cucu raksasa. Berhenti ribut kayak semut. Tanah kalian ini tanah tua. Tanah kuat. Tanah sakral. Jaga. Rawat. Banggakan." Jadi besok kalau ada yang nanya kamu orang mana... Jawab yang kenceng: "Saya orang Majalengka. Tanahnya bekas surga. Penjaganya raksasa." Biar mereka merinding.
Penulis kang oby kresna


