Gambar

Gambar

Garda Pemuda NasDem Majalengka Punya Nahkoda Baru, Apa Langkah Pertama Ade Rahmat?

REDAKSIONE
Jumat, 30 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-30T00:45:48Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


MAJALENGKA, RNO— Terpilihnya Ade Rahmat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Garda Pemuda NasDem Kabupaten Majalengka menandai babak baru dalam perjalanan organisasi sayap kepemudaan Partai NasDem di daerah.


Sebelum ditetapkan sebagai ketua, Ade Rahmat terlebih dahulu diajukan oleh DPD Partai NasDem Kabupaten Majalengka untuk memimpin Garda Pemuda NasDem di tingkat daerah.


Pengajuan tersebut menjadi bagian dari proses organisasi yang mengantarkannya menuju posisi kepemimpinan di sayap kepemudaan partai.


Tak hanya dipercaya memimpin Garda Pemuda NasDem, Ade Rahmat juga didaulat sebagai Wakil Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Majalengka.


Dua posisi tersebut menempatkan Ade Rahmat pada tanggung jawab organisatoris dan politik yang saling berkaitan.


Di satu sisi, ia dituntut membangun kekuatan serta soliditas kader muda. Di sisi lain, perannya sebagai Wakil Ketua DPD Partai NasDem membuka ruang tanggung jawab lebih luas dalam memperkuat komunikasi politik, konsolidasi internal, dan keterlibatan generasi muda dalam dinamika pembangunan daerah.


Kepercayaan tersebut bukan semata-mata tentang jabatan, melainkan juga menyangkut bagaimana organisasi mampu menerjemahkan semangat kepemudaan menjadi kerja nyata. 


Sebab, kekuatan politik tidak hanya diukur dari struktur dan jumlah kader, tetapi juga dari kemampuan membangun kedekatan dengan masyarakat serta merespons persoalan yang mereka hadapi.


Ade Rahmat: Jabatan Adalah Amanah, Kader Muda Harus Bergerak


Ade Rahmat menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan amanah yang harus dijawab melalui kerja organisasi, konsolidasi kader, dan program yang menyentuh kepentingan masyarakat.


“Bagi saya, kepercayaan ini bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab besar. Garda Pemuda NasDem harus menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk belajar berorganisasi, membangun kapasitas, menyampaikan gagasan, dan mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Majalengka,” tegas Ade Rahmat saat dihubungi awak media, Kamis, (29/10/2026).


Ia juga berkomitmen untuk membangun organisasi yang terbuka, solid, dan mampu merangkul berbagai potensi generasi muda.


Menurutnya, kaderisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus berjalan melalui pendidikan politik, penguatan kapasitas kepemimpinan, kegiatan sosial, serta pemberdayaan ekonomi pemuda.


Konsolidasi hingga Akar Rumput


Sebagai langkah awal, kata Ade, konsolidasi internal menjadi agenda penting untuk menyatukan visi, memperkuat komunikasi antarkader, serta memetakan potensi organisasi di tingkat kecamatan hingga desa.


Dikatakan Ade, penguatan struktur diharapkan berjalan seiring dengan penyusunan program kerja yang realistis dan dapat dievaluasi.


Garda Pemuda NasDem, sambung dia, juga dapat diarahkan menjadi jembatan komunikasi antara aspirasi generasi muda dan ruang pengambilan kebijakan.


Persoalan lapangan kerja, kewirausahaan, pendidikan, serta terbatasnya ruang partisipasi pemuda merupakan sejumlah isu yang dapat menjadi perhatian dalam penyusunan agenda organisasi.


Dalam konteks politik lokal, keberadaan organisasi kepemudaan memiliki arti strategis.


Generasi muda bukan hanya bagian dari basis sosial politik, melainkan juga kelompok masyarakat yang berhak menyampaikan gagasan, mengawasi kebijakan, dan ikut menentukan arah pembangunan melalui mekanisme demokrasi.


Karena itu, tantangan kepemimpinan Ade Rahmat terletak pada kemampuan menjaga keseimbangan antara penguatan organisasi, pendidikan politik, dan kerja sosial yang dapat dirasakan masyarakat.


Rangkap Jabatan, Tanggung Jawab Politik Semakin Luas


Posisi Ade Rahmat sebagai Ketua DPD Garda Pemuda NasDem sekaligus Wakil Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Majalengka juga menghadirkan ruang konsolidasi yang lebih luas antara kader muda dan struktur partai.


Keterhubungan tersebut berpotensi memperkuat regenerasi kepemimpinan, memperluas partisipasi politik anak muda, serta membuka ruang bagi munculnya gagasan baru dalam kehidupan politik daerah.


Namun, capaian itu tetap bergantung pada program, konsistensi kerja, dan kemampuan organisasi membangun kepercayaan publik.


Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, regenerasi tidak cukup hanya diwacanakan. Regenerasi membutuhkan kesempatan bagi kader muda untuk belajar, berkontribusi, dan memperoleh ruang menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.


Pada akhirnya, kepemimpinan Ade Rahmat akan menemukan maknanya melalui kerja yang terukur. Konsolidasi yang kuat, kaderisasi yang berkelanjutan, dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat menjadi sejumlah indikator yang dapat digunakan publik untuk menilai perjalanan kepemimpinannya.


Bagi Garda Pemuda NasDem Majalengka, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar membangun struktur organisasi, melainkan membuktikan bahwa energi politik generasi muda dapat diterjemahkan menjadi partisipasi, gagasan, dan kontribusi nyata bagi daerah.**

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl