MAJALENGKA, RNO — Kondisi overcrowding atau kelebihan kapasitas yang parah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Majalengka menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran pemasyarakatan. Di tengah kapasitas hunian yang sangat terbatas, komitmen pelayanan prima tetap ditegakkan tanpa kompromi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Lapas Kelas IIB Majalengka, Rian Firmansyah, A.Md.IP., S.H., M.H., usai menerima kunjungan sidak dari Ketua DPRD Majalengka, Selasa (29/09/2026). Rian membeberkan bahwa saat ini lapas yang dipimpinnya dihuni oleh 308 orang, sementara kapasitas normal bangunan sebetulnya hanya diperuntukkan bagi 86 orang.
"Walaupun hari ini Lapas Majalengka dihuni oleh 308 orang dengan kapasitas 86, hal itu tidak membuat kami surut untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga binaan maupun keluarga warga binaan," tegas Rian.
Kejar Wacana Relokasi dan Lahan 3 Hektar
Menjawab persoalan kapasitas yang sudah jauh melampaui batas normal, pihak lapas bersama pemerintah daerah sebelumnya sempat merintis wacana relokasi pembangunan gedung lapas baru. Berdasarkan catatan komunikasi dengan pemerintah daerah pada era kepemimpinan sebelumnya (Pj bupati, Dr. H. Dedi Supandi, M.Si.) telah disiapkan alokasi lahan seluas kurang lebih 2 hingga 3 hektar di kawasan Cikasarung.
Kendati demikian, Rian mengakui bahwa realisasi pembangunan fisik gedung baru masih memerlukan proses panjang, terutama sinkronisasi anggaran dari kementerian pusat serta pembaruan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pemerintah daerah.
"Tanah itu dari hibah pemerintah daerah, tapi pembangunannya dari kementerian. Idealnya untuk sekarang ini lapas terdiri dari area blok hunian, sarana olahraga, perkantoran, rumah dinas, hingga sarana pertanian atau sarana asimilasi dan edukasi," jelasnya.
Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
Rian menambahkan, penyediaan lahan yang lebih memadai ke depan juga akan diintegrasikan dengan program strategis nasional. Mengingat instruksi Presiden yang sangat kuat mendorong ketahanan pangan, area lapas idealnya memiliki ruang asimilasi produktif agar warga binaan dapat berkontribusi langsung, minimal untuk mencukupi kebutuhan internal mereka sendiri.
Pihaknya memastikan dalam waktu dekat akan kembali mempertajam komunikasi dan koordinasi dengan Bupati Majalengka guna memperbarui nota kesepahaman (MoU) serta mengawal asa mewujudkan fasilitas lapas yang lebih layak dan manusiawi.
Reporter: Agung RNO
Editor: Tim Redaksi RNO

