MAJALENGKA, REAL NEWS ONE — Menyongsong peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) yang diperingati setiap 11 November serta menyemarakkan rangkaian agenda nasional “Bulan Bakti PPWI”, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPWI Kabupaten Majalengka mengambil langkah nyata di tengah masyarakat. Organisasi profesi jurnalis warga ini resmi menggulirkan aksi sosial kemanusiaan bertajuk “PPWI Peduli Anak Yatim-Piatu” yang puncaknya dijadwalkan pada November 2026 mendatang.
Gerakan moral ini sekaligus dihadirkan sebagai wujud kontribusi aktif dan dukungan nyata DPC PPWI terhadap visi besar pembangunan daerah, yakni “Majalengka Langkung SAE”, khususnya dalam pilar peningkatan kesejahteraan sosial rakyat.
Langkah taktis tersebut tertuang secara resmi dalam Surat Pemberitahuan berdasarkan Notulen Rapat Nomor: 059/PPWI-DPCMJL/NR/VIII/2026. Dokumen penting perihal pemberitahuan dan permohonan sinergi ini telah dilayangkan kepada empat pimpinan instansi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka, meliputi:
- Bapak Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M. (Pemberitahuan Kegiatan Bakti Sosial “PPWI Peduli Anak Yatim-Piatu”)
- Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka, Aeron Randi, AP., M.P. (Pemberitahuan Kegiatan Bakti Sosial)
- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Rd. Muhammad Umar Ma’ruf, S.Sos., M.Si. (Permohonan Rekomendasi Khusus Pendidikan Bagi Anak Yatim-Piatu)
- Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Majalengka, Iwan Dirwan, S.STP., MM. (Permohonan Bantuan Administrasi Kependudukan Anak Yatim-Piatu)
Fokus Pendataan Terstruktur dan Terbagi Dua Klaster
Ketua DPC PPWI Kabupaten Majalengka, Ato Hendrato, menerangkan bahwa saat ini jajarannya telah bergerak di lapangan untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap anak-anak yatim-piatu di seluruh penjuru Kabupaten Majalengka yang selama ini belum terdata atau belum tersentuh bantuan sosial.
"Bentuk kegiatannya kami bagi 2," jelas Ato saat memaparkan skema program kerja kemanusiaan tersebut.
Adapun rincian pembagian klaster pendampingan tersebut adalah sebagai berikut:
- Bagi Anak Yatim Belum Dewasa: Difokuskan pada pendampingan pengajuan akses bantuan sosial ke Dinas Sosial, BAZNAS, hingga Kementerian Sosial. Selain itu, anak-anak akan difasilitasi akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat, Sekolah Paket Gratis, hingga SLB Gratis bagi penyandang disabilitas.
- Bagi Anak Yatim Dewasa: Diberikan pengarahan berupa pengajuan rekomendasi khusus untuk bekerja di sektor swasta/perusahaan, serta fasilitasi pelatihan keterampilan vokasi guna membangun kemandirian ekonomi jangka panjang.
Setelah proses verifikasi lapangan rampung, data akurat tersebut akan diserahkan secara bertahap kepada lintas instansi terkait, yakni Disdukcapil, Dinsos, Dinas Pendidikan, Disnaker, hingga BAZNAS.
Murni Gerakan Sosial: Gratis dan Berbasis Gotong Royong
Di tengah berbagai dinamika sosial, Ato Hendrato menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses pendataan dan pengurusan ini tidak dipungut biaya sepeser pun.
"Kepada para anak yatim-piatu dan keluarganya, kami tegaskan tidak memungut biaya sepeserpun alias gratis," tegasnya.
Ia menambahkan, pembiayaan kegiatan murni bersumber dari gotong royong melalui iuran internal anggota DPC PPWI Kabupaten Majalengka serta partisipasi para donatur yang sifatnya tidak mengikat.
Kendati demikian, pihak penyelenggara bersikap transparan terkait batasan kewenangan. Peran PPWI diposisikan sebagai jembatan perjuangan moral dan administratif dalam menyodorkan data anak yatim-piatu kepada Pemkab Majalengka, BAZNAS, maupun Kementerian Sosial.
"Untuk penyaluran bantuan, itu langsung dari pihak Pemda atau lembaga terkait kepada yang berhak. Kami tidak tahu kapan waktunya dan siapa saja yang menerima. Terkait keberhasilan mendapatkan fasilitas bantuan, semua tergantung milik dan rezeki kita bersama," pungkas Ato.
Melalui aksi nyata ini, DPC PPWI Kabupaten Majalengka mengajak seluruh elemen masyarakat serta stakeholder terkait untuk bersama-sama merapatkan barisan menyukseskan gerakan kemanusiaan demi masa depan anak-anak yatim-piatu di Bumi Sindangkasih.
Reporter: Oom Sri
Editor: Agung RNO


